“Kalau membeli ke distributor stoknya juga terbatas karena distributor melayani seluruh indonesia dan kebutuhan secara umum itu, nasional, sehingga bukan hanya kita yang terimbas,” ujarnya.
“Kami berharap ditengah kondisi ini, tidak terjadi upaya-upaya penimbunan,” tambah Rachmadi.
Tidak dipungkiri bahwa, Indonesia saat ini sedang menghadapi menipisnya ketersediaan vitamin dan obat-obatan.
Menteri BUMN, Erick Thohir bahkan berniat untuk meningkatkan produksi sendiri obat-obatan dan vitamin agar kebutuhan didalam negeri dapat terpenuhi.
Hal itu, mengingat Indonesia saat ini juga masih mengimpor obat-obatan dan vitamin.
Adapun jenis obat-obatan generik yang diproduksi di dalam negeri antara lain Oseltamivir, Ivermectin, Favipiravir, azithromycin, Paracetamol, dan Ambroxo. (yra)
Baca juga: Pasien Positif Covid-19 dari Hasil Uji Cepat Antigen Dipindahkan ke SMKN 1 Karimun





