Imbas PPKM Darurat, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Domestik Karimun Turun Drastis

Jumlah penumpang di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun turun drastis akibat pemberlakuan PPKM darurat di Batam dan Tanjungpinang. (foto: yra)
Jumlah penumpang di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun turun drastis akibat pemberlakuan PPKM darurat di Batam dan Tanjungpinang. (foto: yra)

Lebih lanjut, Antonie mengatakan, faktor lainnya adalah keluarnya surat edaran terbaru Gubernur Kepulauan Riau tentang syarat keberangkatan bagi penumpang kapal.

Dimana, penumpang kapal yang hendak melakukan perjalanan di dalam Provinsi Kepulauan Riau diharuskan untuk menunjukkan minimal hasil negatif Covid-19 menggunakan Rapid Test Antigen dan Sertifikat Vaksinasi.

Bacaan Lainnya

Syarat terbaru bagi penumpang kapal tersebut juga dipicu oleh penerapan PPKM baik Darurat maupun Mikro di kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.

Tidak dipungkiri bahwa, hal tersebut menyebabkan turunnya jumlah penumpang. Mengingat, banyak penumpang merasa keberatan karena biaya Rapid Test Antigen yang lebih mahal dari tiket kapal.

“Sesuai surat edaran Gubernur Kepri yang baru, penumpang kapal wajib melengkapi diri dengan surat hasil negatif minimal menggunakan Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 X 24 Jam sebelum berangkat,” jelas Anthonie

“Turunnya jumlah penumpang bahkan membuat sejumlah operator kapal memutuskan untuk mengurangi jadwal keberangkatan dan bahkan berhenti beroperasi sementara waktu,” tambahnya.

Informasi yang diperoleh, adapun operator kapal yang berhenti operasi sementara waktu adalah MV Batam Jet dan MV Oceana.

Sementara, MV Dumai Line, MV Miko Natalia dan SB Karunia Jaya tetap beroperasi dengan jadwal yang tidak seperti hari biasanya. (yra)

Baca juga: Stok Vaksin Menipis, Ini Penjelasan Kadinkes Karimun

Total Views: 317

Pos terkait