“Jadi menunya, ikan, ayam, telur sayurnya termasuk ada susu dan wedang jahe. Bahkan, kita sedang menggandeng pihak-pihak apotik untuk membantu menyuplai vitamin, agar saudara-saudara kita yang sedang menjalani isolasi mandiri ini tetap sehat,” sebutnya.
Makanan yang disediakan sebutnya akan dibagikan dua kali dalam sehari yakni untuk makan siang dan makan malam. “Untuk makan siangnya akan didistribusikan pukul 11.00 WIB dan untuk makan malamnya akan diditribusikan pada pukul 17.00 WIB. Kalau satu keluarga yang kurang mampu sedang menhjalani isolasi mandiri dan dalam keluarga itu ada lima orang maka kita akan beritakan lima bungkus nasi untuk makan siang dan lima bungkus untuk makan malam mereka,” terangnya.
Tujuan dibangun dapur umum ini, sebut Joko Yuhono untuk membangun dan menjaga kebersamaan dari berbagai elemen masyarakat atas kondisi wabah Covid yang juga melanda Tanjungpinang.
Dapur umum ini, sebutnya dibaangun bersama dan anggarannya dari swadaya. “Jadi ada beberapa elemen masyarakat disini, ADA MUI, FKPT, Tagana, Mojan, Perpat, Karang Taruna dan banyak lagi. Organisasi-organisasi ini sepakat untuk membuat gerakan sosial yang intinya bahwa kita peduli dan lebih melayani. Jadi kita membagun kebersamaan dan membantu keluarga kita yang kesulitan,” terangnya.
Kajari menambahkan, warga Tanjungpinang yang terpapar Covid-19 saat ini masih 1.454 orang. Lebih dari 90 persen di antara warga yang saat ini positif Covid-19 sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) karena tidak bergejala. Bagi warga yang tidak mampu yang masih menjalani masa isolasi mandiri akan disuplai nasi bungkus yang dibuat di dapur umum tersebut. (rls)
Baca juga: Indeks Pemberdayaan Gender Kota Tanjungpinang Tertinggi se-Kepri






