Ketua DPRD Inhil juga menegaskan hal tersebut lantaran kecilnya penyertaan modal oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil.
“Penyertaan modal oleh pemerintah daerah yang sudah diterima oleh BPR Gemilang sekitar Rp.19 miliar, tentu berbanding jauh dengan penyertaan modal kepada Bank Riau Kepri sebesar Rp.67 miliar lebih,” jelasnya.
Ditambahkan H Ferryandi, jika BPR Gemilang hanya berharap dari perputaran kredit simpan pinjam saja, maka rasio alur keuangan perbankannya sangat rendah dan akan lambat berkembang.
Untuk diketahui pemerintah daerah saat ini melakukan pembayaran gaji sekitar 7 ribuan ASN di Inhil dengan jumlahnya sekitar Rp.32 miliar perbulan, saat ini pembayarannya masih melalui Bank Riau Kepri. (abdullah)
Baca juga: Kunker ke Inhil, Kapolda Riau Ziarah Makam Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiq





