Dalam Kondisi Apapun, Gus Tunggak Bersama DarapaTi Airline Siap Ambil Alih Operasional Garuda

BEKASI, JurnalTerkini.id – Putra terbaik bangsa Budi Kasan Besari Adinegoro kembali angkat bicara soal upaya penyelamatan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Ia telah menyiapkan langkah terobosan yang komprehensif mengingat Garuda Indonesia memasuki tahap  krusial akibat beban-beban kewajiban yang  memberatkan pemegang saham, khususnya pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.

Bacaan Lainnya

“Saat ini bukan waktunya berdebat salah-benar, sekarang waktunya membuat langkah terobosan yang komprehensif lantaran hutang jangka pendek Garuda Indonesia  sudah mencapai 70 triliun rupiah dengan kerugian rata-rata setiap bilannya sebesar 1 triliun,” ucap Budi Kasan Besari kepada media, Rabu (02/06/2021) siang.

Tindakan cepat perlu dilakukan saat ini, kata dia, adalah melakukan pergantian  manajemen dan menempatkan program-program penyelamatan dalam kondisi krisis.

“Bankruptcy Protection law perlu dilakukan untuk merestrukturisasi keuangan terhadap hutang, sewa-sewa dan kontrak pegawai,” terangnya.

Selanjutnya, stop penerbangan yang merugi yang tidak dapat menutupi direct operating cost.

“Perlu juga dilakukan review biaya organisasi jumlah pegawai dengan memprioritaskan operasi pada rute-rute yang menghasilkan cash flow positive dan pengembangan bisnis kargo, khususnya pengangkutan marine produk dari Indonesia timur dan pengembangan eksport buah-buahan ke China,” jelasnya.

Pada tahapan survival, Gus Tunggak menyarankan penundaan sewa pesawat. 

“Kalau perlu lakukan jadwal ulang yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dengan mengajukan proposal solusi jangka pendek yang komprehensif,” terangnya.

Cara selanjutnya yakni melakukan restrukturisasi keuangan   melalui program debt restructuring, review kontrak dengan pihak ketiga dan review kebutuhan Human Capital sesuai dengan jumlah pesawat.

Total Views: 1487

Pos terkait