“Anak saya itu, sepertinya langsung ditangkap sama pelaku yang pakai motor Honda Scopy warna biru. Anak saya tida bisa berteriak karena mulutnya ditutup dengan tangan pelaku,” ungkapnya.
Saat kejadian memang kondisi jalan di depan rumahnya sedang sepi, karena baru saja selesai Salat Jumat. Setelah mendengar kejadian warga baru ramai keluar, sementara pelaku berhasil kabur ke arah Jl Sukabangun II.
Menurut kakak korban, pelaku memakai helm dan tidak mengenal wajah pelaku karena ditutup masker dan mengenakan jaket.
“Dari rekaman kamera CCTV milik tetangga ciri-ciri yang disebutkan anak saya yang tertua itu benar,” ujar Mardiana.
Saat ditanya apakah pihak keluarga korban ada permasalahan dengan seseorang? Mardiana menampik hal tersebut. Dirinya mengaku dan menegaskan tidak ada masalah sama sekali dengan siapapun.
“Tidak tahu kalau (masalah) itu. Yang jelas kita sudah melaporkan ke polisi,” tegasnya.
Mardiana menambahkan, sebelumnya juga tidak ada kejadian seperti pengancaman, baik lewat telepon atau pesan singkat, termasuk tidak curiga dengan siapapun.
“Anak saya yang diculik berusia 3,5 tahun sudah pintar komunikasi. Saat diculik tidak sempat ngomong dan teriak, karena setelah diculik langsung dibawa menggunakan motor dijepit dengan kaki pelaku,” tutupnya.(abk)





