“Insya allah awal Februari sudah dilaksanakan, masyarakat diharap bersabar dulu karena sesuai instruksi pemerintah vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan pejabat publik,” Kata Rafiq.
Lebih lanjut, Rafiq meyakini nantinya pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat di Kabupaten Karimun bakal berjalan sukses tanpa adanya keraguan di tengah masyarakat.
Hal itu dikarenakan, pihaknya akan lebih dulu melakukan berbagai sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang program vaksinasi.
“Kita akan lakukan sosialisasi dulu agar masyarakat memahami vaksin ini dengan baik sehingga tidak terjadi keraguan, terlebih vaksin itu sendiri sudah direkomendasikan uji klinis nya dan halal dari MUI,” ungkap Rafiq.
Ketika disinggung perihal kesiapan dirinya sebagai penerima vaksin dari Sinovac yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok tersebut.
Rafiq mengaku sebagai pejabat publik yang melayani masyarakat dan warga negara indonesia yang baik dirinya siap.
“Sebagai pejabat publik saya tentunya sudah siap. Namun, tetap tergantung hasil pengecekan kesehatan oleh dokter apakah layak untuk menerima vaksin itu,” ucap Rafiq.
Bahkan, Rafiq menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab seandainya program vaksinasi itu menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Vaksinasi ini kan program pemerintah pusat tentu kita siap, kita kan ada tim medis yang sangat berhati-hati dalam pemberian vaksin ini untuk siapa-siapa saja yang boleh dan tidak boleh menerimanya,” ujar Rafiq.
Terakhir, orang nomor satu di Karimun ini mengajak masyarakat untuk mendukung penuh program vaksinasi oleh pemerintah pusat.
“Mari dukung program pemerintah pusat tentang pemberian vaksin ini. Khususnya, masyarakat karimun percayakan pada pemerintah dan jangan ragu, mari kita dukung program vaksinasi ini,” pungkasnya. (yra)





