Dia menambahkan bahwa tidak mudah untuk menaikkan angka IPM tersebut karena diukur dari aspek pembangunan yang sangat sensitif. Namun sejak menjadi kabupaten, lompatan angka IPM Meranti sangat signifikan.
“Alhamdulillah, IPM kita terus naik dari angka 59,71 poin tahun 2010, dan sekarang sudah 65,50 poin atau naik 5,79 poin dalam 10 tahun terakhir. Trend kita cukup baik karena kalau dilihat ada kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Memang tahun 2020 ini agak turun sedikit dari tahun 2019 yang pada angka 65,93, namun hampir semua daerah mengalami penurunan IPM ini diperkirakan akibat dampak Covid19,” ungkap Rudi.
Namun trend kenaikan angka IPM Meranti ini, sambung Rudi, jauh lebih baik dari Provinsi Riau secara umum. Provinsi itu tahun 2010, IPM-nya 68,65 poin dan angka terakhir adalah 72,71 poin, artinya hanya naik 4,06 poin dalam 10 tahun terakhir. “Dari segi statistik, trend pergerakan angka itu sangat penting dilihat. Bukan angka akhir semata,” tegas dia.
Rudi menambahkan, masih rendahnya angka IPM ini perlu menjadi perhatian bersama. Angka itu juga menggambarkan pelaksanaan pembangunan yang tak merata di suatu provinsi.
“Kita sangat berharap pemerintah pusat dan propinsi lebih adil dalam mengalokasikan kegiatan dan anggaran pembangunan agar daerah kita ini dapat mengejar ketertinggalan di berbagai bidang pembangunan dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Apalagi kita ini daerah baru dan kondisi geografis kita membutuhkan anggaran yang besar untuk membangun,” tambah dia.
Sebelumnya, beberapa media setempat seperti riauonline.co.id memberitakan turunnya IPM Riau akibat pandemi Covid19, dimana Meranti paling parah.





