“Kita terus diminta untuk melakukan perubahan sistem pelayanan dari manual menuju online agar bisa memudahkan masyarakat serta meminimalisir adanya Calo. Namun setiap inovasi yang ada bukan serta merta saya terima begitu saja, saya juga ikut menguji dan mempelajari dengan menggunakan sistem memandang Dukcapil dari jauh dalam artian apa yang telah kami wacanakan berjalan sesuai rencana atau hanya sebatas konsep saja. Untuk itu saya terus membuka kritikan dan saran agar bisa mengevaluasi kerja,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dwi Budiyanto selaku pejabat yang membawahi Pemerintah Desa saat bincang-bincangnya mengenai kegiatan ini langsung memberikan apresiasi.
Budi katakan, kegiatan ini merupakan suatu kerja nyata dari Pemerintah Desa ke masyarakat yang memang butuh perhatian berkenaan dengan dokumen kependudukan yang memang sangat dibutuhkan oleh siapapun.
“Memang dari RT dan Pemerintah Desa yang seyogyanya bergerak karena suatu waktu masyarakat tersebut tetap akan memerlukan Dokumen Kependudukan. Kami dari Dinas sangat mensupport dan apabila ada kendala berkenaan dengan bidang saya silahkan hubungi secepatnya akan dicarikan solusi,” tukasnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan “Jemput Bola Dokumen Penduduk ke Dusun-dusun” akan dilaksanakan di desa Sialang Panjang dan desa Kuala Sebatu. Mengenai waktunya masih dibicarakan karena masing-masing desa masih mensosialisasikan ke Dusun dan RT yang ada di desa.





