PT Pelindo tanam 600 pohon dukung kawasan “Green Port” dan bebas emisi di Karimun

Pelindo karimun menanam pohon di coastal area
Bupati Karimun Iskandarsyah mengawali penanaman pohon yang digagas PT Pelindo Regional I Tanjung Balai Karimun di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Jumat (13/8/2026). (foto: diskominfostaper karimun)

Karimun, JurnalTerkini.id – PT Pelindo (Persero) Regional I Tanjung Balai Karimun menyalurkan 600 bibit pohon untuk di kawasan Coastal Area guna mendukung implementasi Green Port sekaligus percepatan pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) di wilayah perbatasan tersebut.

“Seluruh jenis pohon tersebut telah melalui proses kajian teknis terkait kecocokan struktur tanah di kawasan Coastal Area agar kelak dapat tumbuh subur dan memberikan dampak ekologis yang nyata,” kata General Manager PT Pelindo Regional I Tanjung Balai Karimun Joni Hutama di Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (14/8/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan penanaman pohon melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diselaraskan dengan potensi kemajuan sektor maritim dan kawasan industri di Karimun yang tetap berwawasan lingkungan.

Adapun 600 bibit tanaman yang diserahkan dan ditanam secara gotong royong tersebut mencakup empat jenis vegetasi penyerap polusi dan peningkat estetika kota, yaitu Palem Ekor Tupai, Tabebuya, Ketapang Kencana, dan Mahoni.

Bupati Karimun Iskandarsyah menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BUMN tersebut dalam mempercepat pembenahan ikon kebanggaan daerah.

“Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan Coastal Area ini memang sedang kita rancang agar dipenuhi pepohonan dan taman bunga yang menarik, asri, serta nyaman bagi masyarakat,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Ia menegaskan dinas teknis terkait bersama elemen masyarakat akan dikerahkan untuk melakukan perawatan dan penyiraman berkala agar seluruh bibit tanaman dapat tumbuh optimal.

Melalui sinergi lintas sektor ini, kawasan Coastal Area Karimun diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas publik, tetapi juga bertransformasi menjadi benteng ekologis perbatasan yang hijau, bernilai estetika tinggi, serta berkelanjutan. (*/rdi)

Pos terkait