Karimun, JurnalTerkini.id – Seluruh karyawan Karimun City Hotel (KCH) dan Hotel Wiko di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau mengikuti rapid test atau tes cepat untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan kenyamanan bagi tamu.
“Sesuai dengan moto Karimun City Hotel, (KCH) ‘Kepuasan Tamu adalah Kebanggaan Kami’, maka manajemen mewajibkan semua staf mengikuti rapid test mandiri,” kata Manajer KCH Ahmad Suhartoni Damanik di sela kegiatan rapid test yang dilaksanakan di hotel itu, Selasa (29/12/2020) sore.
Ahmad Damanik menyampaikan, rapid test yang dilaksanakan secara mandiri tersebut merupakan respon atas geliat kehidupan sosial masyarakat pada akhir-akhir ini, dimana kasus COVID-19 terus bertambah walaupun belum signifikan.
Oleh karena itu, kata dia, manajemen memutuskan untuk melaksanakan rapid test mandiri bagi seluruh karyawan sekali dalam dua pekan.
“Seluruh karyawan wajib mengikuti rapid test ini, karena kita harus mengutamakan kesehatan dari pekerjaan, seperti dalam slogan, ‘Mens Sana In Corpore Sano’,” tegas Ahmad Damanik.
Rapid test ini, menurut dia, tidak hanya untuk para karyawan, tetapi juga untuk tamu atau pengunjung.
“Jka ada tamu yang merasa badannya kurang sehat maka tamu dipersilakan untuk mendapatkan rapid test mandiri secara gratis.
Kebijakan ini, menurut Ahmad, dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemi virus corona, di samping tetap menerapkan protokol kesehatan kepada karyawan maupun tamu.
“Karena kita ingin Karimun segera berakhir penyebaran Virus Covid 19, agar kehidupan masyarakat dapat normal seperti sedia kala terutama pulihnya ekonomi,” imbuhnya.
Ahmad menambahkan, dalam waktu hampir bersamaan, para karyawan Hotel Wiko juga mengikuti rapid test COVID-19.
Hotel Wiko yang pemiliknya sama dengan Karimun City Hotel, menurut dia juga secara rutin melaksanakan rapid test.
Hotel Wiko menggelar rapid test bagi karyawannya satu kali dalam 3 sampai 4 hari, kata dia.
“Karyawan bebas dari COVID-19, tamu pun tentu aman dan nyaman selama menginap,” kata Ahmad Damanik.
Berdasarkan pantauan, hasil rapid para karyawan yang bisa diketahui tidak sampai 5 menit, menunjukkan non-reaktif. (rdi)
Baca juga: Razia Perut Lapar, Pemuda Karimun “Denda” Warga Paket Sembako dan Nasi Kotak





