Meranti Darurat Narkoba

Saya nilai Meranti ini dari darurat asap kebakaran hutan belum seberapa parah lebih darurat peredaran narkoba. Kalau semua instansi tidak secepatnya mengevaluasi saya yakin Meranti ini bukan lagi dijuluki kota sagu tetapi akan berubah menjadi kota sabu

Selatpanjang (Jurnal) – Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau sudah “darurat” narkoba, berdasarkan kinerja Polres Meranti yang sering menangkap pengguna dan pengedar serta kurir sabu sejak 2014, ditambah lagi pengungkapan kasus oleh BNN Cirebon baru-baru ini.

“Itu artinya kondisi meranti ini sudah darurat narkoba,” kata Syaiful Iqram selaku Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa hari di salah satu kedai kopi di Jln Imam Bonjol Kota Selatpanjang.

Menurut Syaiful, masuk dan keluarnya barang haram tersebut begitu mudah, mengingat Meranti salah satu kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara jiran, ditambah lagi pelabuhan tikus sangat menjamur di Meranti ini.

“Kita berharap instansi terkait terutama pihak Bea dan Cukai Kepulauan Meranti dengan kejadian penangkapan kapal asal Meranti di Cirebon baru-baru ini, hendaknya segera mengevaluasi kinerjanya. Tidak ada alasan karena bongkar dan muat di tengah laut itu sepenuhnya tanggung jawab bea dan cukai. Kenapa barang haram tersebut bisa lolos. Harusnya pihak bea cukai bekerja keras dalam pengecekan setiap kapal bongkar muat di tengah laut di pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus,” terang Syaiful

Dilanjutkan syaiful, hal ini tidak terlepas juga peran pemerintah dalam membantu apa yg menjadi kendala di instansi terkait. Tidak hanya itu, pria yang sering berkacamata ini menegaskan bahwa mengingat Meranti ini sudah berumur 7 tahun, sudah sepantasnya Meranti cepat membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK).

“Saya nilai Meranti ini dari darurat asap kebakaran hutan belum seberapa parah lebih darurat peredaran narkoba. Kalau semua instansi tidak secepatnya mengevaluasi saya yakin Meranti ini bukan lagi dijuluki kota sagu tetapi akan berubah menjadi kota sabu,” tuturnya.

Hal serupa juga dikatakan Wan Azuran, Ketua LSM Tim Operasional Penyelamatan Aset Negara (TOPAN ) yang juga Wakil Ketua Pemuda Panca Marga Cabang Meranti, ketika ditemui di Jalan Tebing Tinggi baru-baru ini.

“Kita sangat prihatin atas maraknya peredaran narkoba di kota sagu ini, kita menilai pihak terkait lamban dalam upaya antisipasi di tengah maraknya narkoba dan pengguna bahkan pengedar narkoba. Dan saya berharap kepada penegak hukum menindak tegas siapapun yg terlibat dengan narkoba, terlebih lagi kalau seandainya ada oknum PNS dan oknum kepolisian sendiri yang kedapatan mengedar dan mengguna narkoba,” tuturnya.

Kita juga sama-sama tahu bahwa PNS dan Oknum Kepolisian pun sering tertangkap oleh pihak polres Meranti. Contoh nya baru-baru ini di Merbau ada penangkapan oknum dan di lingkungan pegawai pun sering kita dengar tertangkap lagi pesta sabu. Kita juga sangat Apresiasi atas kinerja pihak Polres Kepulauan Meranti dalam upaya penangkapan yang dilakukan tidak tebang pilih”. tutup Wan Azuran. (Isk)

Simak juga:

Sekda: Pelajar Harus Tahu Bahaya Narkoba

Ribuan Ekstasi, Ganja dan Sabu Dimusnahkan

WN Malaysia Ditangkap Bawa Sabu di Karimun

Jet PP Rangsang Menang Telak 3-0

Total Views: 414

Pos terkait