“Kita juga tidak tau pasti Covid-19 sampai kapan berakhir, tidak mungkin lah anak-anak sekolah tidak bertatapan muka dengan pihak guru, dan tidak pergi lagi ke sekolah, kalau melihat kondisi covid-19 sampai 2 tahun sampai 3 tahun lagi. Anak-anak tidak ke sekolah kan lucu, dan mereka juga rindu dengan suasana sekolah dan temannya,” tutur Ferryandi.
Ia juga berharap dengan adanya Ruang Rembuk yang dilaksanakan Dewan Pendidikan ada kesimpulan dan kebijakan dalam hal melalui Dinas Pendidikan melalui Perbub untuk mengatur keseragaman pengelolaan pendidikan pada Januari 2021 kedepannya.
Selanjutnya ia berharap dengan ini seluruh elemen guru dan anak didik dan orang tua Didik , tentunya harus mematuhi protokol covid-19 dan aturan yang mesti dipatuhi, yang diumumkan Kementerian Pendidikan dengan cara belajar yang bagaimana kedepannya di masa pandemi Covid-19 ini.
“Yang terpenting kalau ada sesuatu yang terjadi jangan ada yang menyalakan satu sama lain , yang jelas kita ingin anak kita bisa sekolah normal kembali anak kita pintar, yang paling penting dalam pembelajaran tidak tertinggal kurikulum,” tutup Ferryandi. (abd)






