Tim Singapura dan Malaysia Meriahkan Festival Dangkong

Singapura mengutus tiga sanggar seni, Dian Dancers, Aspirasi dan Kirana Seni. Sedangkan Malaysia 5 yaitu Laman Seni dari Kuala Lumpur, Majelis Kebudayaan Besut, PJL Seni Budaya Terengganu, Seri Warisan Ipoh Perak, dan Majelis Kebudayaan Jelebu Negeri Sembilan.

Karimun (Jurnal) – Delapan tim dari Singapura dan Malaysia memeriahkan Festival Dangkong XI di Panggung Rakyat Putri Kemuning, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu-Minggu malam.

Singapura mengutus tiga sanggar seni, Dian Dancers, Aspirasi dan Kirana Seni. Sedangkan Malaysia 5 yaitu Laman Seni dari Kuala Lumpur, Majelis Kebudayaan Besut, PJL Seni Budaya Terengganu, Seri Warisan Ipoh Perak, dan Majelis Kebudayaan Jelebu Negeri Sembilan.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun Syuryaminsyah di Tanjung Balai Karimun menjelaskan, dua negara jiran tersebut setiap tahun mengutus sanggar seni ke Festival Dangkong yang merupakan salah satu agenda kepariwisataan budaya Melayu.

Dia mengatakan, peran serta dua negara tersebut tidak hanya mempererat tali silaturahim sesama bangsa serumpun, tetapi sebagai sarana untuk melestarikan kesenian dan budaya Melayu sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari dua negara tersebut.

“Tarian Dangkong yang disuguhkan setiap tahun terus berkembang dengan perpaduan gerak dan lenggok tradisional dengan tarian kontemporer, dan diiringi musik yang lebih bervariasi dengan rentak irama lebih menarik. Tarian ini memiliki pesan moral kepada anak-anak muda, sesuai dengan tema yang diusung setiap tim yang tampil,” tuturnya.

Dia mengapresiasi peran serta tim-tim kesenian dari dua negeri jiran tersebut.

Kabupaten Karimun dengan dua negara tersebut, menurut dia, sejak dulu memiliki hubungan erat sejak zaman Kerajaan Melayu Riau-Lingga.

“Sekarang, hubungan emosional itu masih terjalin dengan adaya tali kekerabatan akibat hubungan pernikahan,” katanya.

Selain oleh tim kesenian dua negeri jiran, Festival Dangkong XI juga dimeriahkan tim dari Kota Dumai, Riau, yang mengutus Sanggar Seni Tuah Betong, dan Kabupaten Pelalawan yang mengutus Sanggar Bina Tasik dan Sri Melayu.

“Kehadiran tim kesenian dari negara jiran dan Provinsi Riau tentunya berdampak positif bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat. Di setiap sanggar seni terdapat sepuluh orang anggota. Jumlah mereka saja dalam dua hari sudah ratusan orang bila dijumlahkan,” katanya.

Biasanya, kata dia lagi, pengunjung atau rombongan kesenian tersebut memanfaatkan kedatangan dengan menikmati berbagai kuliner dan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan maupun gerai warga.

“Pada hari kedua, mereka akan berwisata ke beberapa objek wisata untuk mengisi waktu libur,” kata Syuryaminsyah. ***

Sumber: antarakepri.com

Total Views: 195

Pos terkait