Jakarta, JurnalTerkini.id – Dua kapal ikan asing berbendera Malaysia ditangkap saat menangkap ikan secara ilegal atau illegal fishing di Selat Malaka yang masuk wilayah perairan Indonesia.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Jenderal Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dalam siaran persnya mengatakan, kedua kapal nelayan Malaysia ditangkap di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Kedua kapal ikan itu tepatnya ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka pada koordinat 03°10, 325′ Lintang Utara (LU) – 100°30,318′ Bujur Timur (BT) dan titik 03°13, 615′ LU – 100°37,008′ BT.
“Tentu ini kabar yang membanggakan, para petugas kita meneladani sifat-sifat pahlawan dengan semangat tak kenal lelah menjaga wilayah perairan kita dari pencurian ikan oleh kapal asing,” kata Dirjen PSDKP, Tb Haeru Rahayu di Jakarta.
Pria yang biasa disapa Tebe itu mengungkapkan penangkapan dua kapal dilakukan pada Selasa (11/11/2020) sekitar pukul 07.10 WIB dan pukul 08.40 WIB. Kedua kapal nelayan Malaysia ini, masing-masing KM. SLFA 5223 dan KM. PKFB 1786 dengan masing-masing diawaki 3 dan 4 ABK.
“Waktu kita cek, semua ABK-nya adalah warga negara Indonesia,” katanya.
Guna penyelidikan lebih lanjut, kedua kapal tersebut digiring ke Stasiun PSDKP Belawan, Medan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Menurut Tebe, kedua nakhoda kapal nelayan negeri jiran itu diduga melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2), Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) dan Pasal 98 jo 42 ayat (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
“Penangkapan ini bentuk komitmen KKP untuk terus menjaga dan mengawal perairan kita,” sambungnya.
Sementara Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono menegaskan bahwa jajarannya selalu waspada, meski momen Hari Pahlawan, petugas tetap siaga dan hasilnya berhasil menangkap dua kapal nelayan Malaysia itu.
“Ini menunjukkan kesiapsiagaan Ditjen PSDKP tidak pernah kendur,” kata dia.
Baca juga: Kapal isap PT Timah di Karimun tenggelam





