Apel Polwan negosiator mengikuti apel di Mapolda Jateng, Rabu (26/8/2026)./Dok.Foto.Humas Polda.(jurnalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id — Polda Jawa Tengah menyiapkan ratusan polisi wanita (Polwan) negosiator untuk memberikan pelayanan kepolisian secara humanis dalam kegiatan penyampaian pendapat di Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).
Ratusan Polwan tersebut merupakan bagian dari personel gabungan Polda Jateng dan Polrestabes Semarang yang diterjunkan selama rangkaian kegiatan penyampaian pendapat berlangsung.
Sebelum bertugas, para Polwan negosiator mengikuti apel di Mapolda Jateng. Apel tersebut diisi pengarahan sekaligus pembagian ploting tugas untuk memastikan kesiapan personel di lapangan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, tim negosiator berperan membangun komunikasi dengan peserta aksi, menyampaikan imbauan secara persuasif, serta membantu menjaga agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
Menurut Yuliyanto, keberadaan tim negosiator merupakan bagian dari pendekatan Polri yang mengedepankan komunikasi dan dialog dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Negosiator memiliki peran penting untuk membangun komunikasi dengan peserta aksi. Kami ingin setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi melalui dialog,” ujar Yuliyanto.
Ia menegaskan, peserta penyampaian pendapat merupakan masyarakat yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Karena itu, komunikasi dilakukan dengan mengedepankan sikap humanis dan saling menghormati.
“Peserta memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Kami menghormati hak tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang damai, tertib dan bertanggung jawab,” katanya.
Dalam pelaksanaan tugas, tim negosiator akan berkomunikasi dengan peserta aksi dan pihak terkait untuk mencegah kesalahpahaman serta potensi gesekan. Pendekatan persuasif diutamakan agar setiap dinamika di lapangan dapat direspons melalui komunikasi yang baik, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh pihak.
“Polri tidak hadir untuk berhadap-hadapan dengan mahasiswa. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman dan tertib, sementara masyarakat lainnya juga tetap dapat menjalankan aktivitasnya,” tutur Yuliyanto.
Polda Jateng mengajak seluruh peserta penyampaian pendapat bersama-sama menjaga ruang demokrasi di Kota Semarang dengan menyampaikan aspirasi secara damai, menghormati hak masyarakat lainnya, dan menjaga situasi tetap kondusif.(Jk_Zed/PH)





