Karimun, JurnalTerkini.id – Gemuruh tangis tipis dan tawa lepas bersahut-sahutan di sudut Gedung Wisma Kundur, Desa Perayun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (4/8/2026). Pagi itu, puluhan anak berbaju koko dan berpeci duduk berdampingan bersama orang tua mereka, menunggu giliran nama dipanggil oleh tim medis.
Di antara riuhnya suasana, Alwi (12), murid kelas VI SD Negeri 007 Sawang, tampak berkali-kali merapikan busana Melayu berwarna biru yang dikenakannya. Wajahnya menyiratkan rasa gugup yang tak mampu disembunyikan.
“Takut pasti ada, apalagi waktu mendengar ada yang menangis di dalam. Tapi saya kuatkan diri karena khitan ini memang keinginan saya sendiri, bukan dipaksa,” kata Alwi sembari mengumbar senyum lega seusai keluar dari ruang tindakan.
Bagi Alwi dan puluhan anak di wilayah operasional PT Timah di Kundur, agenda tahunan Bulan Bakti HUT ke-50 PT Timah bertema ‘Timah Untuk Rakyat’ ini bukan sekadar tindakan medis biasa. Momen tersebut menjadi ajang pembuktian keberanian menaklukkan rasa takut masa kecil.
Kesan menakutkan juga sempat menghinggapi Deka, murid kelas IV SD asal Prayun. Namun, pendampingan hangat dari tenaga medis serta dukungan orang tua berhasil mencairkan kecemasannya.
Rasa tegang Deka seketika luntur begitu ia keluar dari ruang tindakan membawa hadiah berupa tas ransel dan uang saku dari panitia.
“Ternyata tidak seseram yang saya bayangkan. Uangnya mau saya pakai untuk beli perlengkapan sekolah dan sisanya untuk jajan,” tutur Deka gembira.
Di balik keberanian anak-anak tersebut, ada napas lega para orang tua. Azmi, warga Teluk Redang, mengaku sangat terbantu dengan adanya program khitan gratis ini. Informasi yang ia dapatkan dari pemerintah desa setempat menjadi angin segar untuk meringankan beban ekonomi keluarga.
“Sebagai masyarakat kecil kami sangat terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya. Terima kasih PT Timah, semoga semakin maju dan terus berjaya,” kata Azmi.
Perjalanan setengah abad PT Timah tidak hanya diukur dari capaian kinerja bisnis semata, melainkan juga dari multiplier effect dan kebermanfaatan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Senyum dan keberanian anak-anak di Kundur hari itu menjadi cermin kecil dari komitmen tersebut. (rdi)





