Batam, JurnalTerkini.id – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menegaskan komitmennya untuk berada di garis terdepan dalam menjaga perbatasan laut Indonesia dari ancaman kejahatan lintas negara. Langkah ini dibuktikan lewat keberhasilan penindakan besar-besaran terhadap penyelundupan 2,6 ton sabu cair serta 1,57 juta batang rokok ilegal di perairan Kepulauan Riau, Senin (17/8/1026).
Operasi gabungan yang melibatkan Bea Cukai, BNN, dan Polda Kepri ini bermula dari analisis intelijen ketat terhadap kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania yang bergerak melintasi Selat Malaka. Setelah aksi kejar-kejaran sengit di perairan Tanjung Parit Kabupaten Karimun, akhirnya berhasil mencegat kapal tersebut dan mengamankan sepuluh awak kapal berkewarganegaraan Myanmar. Penindakan ini diperkirakan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp25,9 triliun sekaligus melindungi jutaan jiwa dari bahaya narkotika.
Seluruh barang bukti serta para tersangka saat ini diproses lebih lanjut di Dermaga Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.

Dalam konferensi pers di Dermaga Bea Cukai Batam, Jumat (21/8/2026) Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC) Djaka Budi Utama, menyampaikan bahwa operasi pengawasan ini bukan sekadar tindakan insidental, melainkan bentuk kolaborasi berkelanjutan antar-lembaga.
“Kegiatan ini ataupun operasi gabungan ini merupakan kolaborasi yang akan terus berlangsung untuk menjaga perbatasan dan perairan Selat Malaka dari jalur barang-barang ilegal. Ini akan terus kita lakukan dan pererat kolaborasinya dengan aparat terkait,” ujar Dirjen BC.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada seluruh petugas dan awak kapal gabungan yang beroperasi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan penindakan di laut tidak lepas dari sinergi tanpa sekat antar-instansi serta peran aktif masyarakat.
“Di sini kita tidak melihat siapa yang di depan atau siapa yang tugas utamanya, yang pasti ini adalah bentuk kolaborasi demi menjaga kedaulatan NKRI. Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan sebagai community protector, khususnya dalam mengawasi lalu lintas barang yang keluar maupun masuk wilayah Indonesia,” tambahnya.
Penindakan tajam ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menutup celah peredaran barang haram yang kerap memanfaatkan jalur perairan strategis Selat Malaka.
Konferensi pers ini dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto, Menkopolkam Djamari Chaniago, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Kapolda Kepri dan lainnya. (*)





