Popda X Kepri: Karimun Targetkan Tembus Peringkat Tiga Besar

Wak Udang, maskot Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X tingkat Provinsi Kepri.
Bupati Karimun Iskandarsyah didampingi Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole (kanan) dan Sekretaris Daerah Djunaidy memperlihatkan maskot Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X, "Wak Udang" dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (27/6/2026). (JurnalTerkini.id/Rusdi)

KARIMUN, JurnalTerkini.id – Kontingen Kabupaten Karimun membidik posisi peringkat tiga terbaik se-Provinsi Kepulauan Riau dalam perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026 pada 2-8 Juli 2026.

Bupati Karimun Iskandarsyah menyatakan bahwa sebagai tuan rumah, wilayahnya memiliki motivasi tinggi untuk menyukseskan dua target utama, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Bacaan Lainnya

“Terkait target prestasi, Kabupaten Karimun menargetkan masuk dalam peringkat tiga terbaik se-Provinsi Kepulauan Riau,” kata Iskandarsyah saat konferensi pers di rumah dinasnya, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (27/6).

Untuk memenuhi target tersebut, kontingen Karimun akan mengandalkan sejumlah cabang olahraga (cabor) unggulan yang diproyeksikan menjadi lumbung medali, di antaranya sepak bola, bola voli, tenis lapangan, dan bola basket. Selain cabor utama, Popda edisi kesepuluh ini juga akan mempertandingkan karate sebagai cabor ekshibisi.

Meski membidik target tinggi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Karimun memastikan tidak akan memberikan tekanan psikologis yang berlebihan kepada para atlet, mengingat status mereka yang masih berada di usia pelajar.

Sebagai bentuk dukungan moral dan mental, Bupati Iskandarsyah bersama Wakil Bupati dijadwalkan akan mengumpulkan dan menjumpai langsung seluruh atlet kontingen Karimun pada Senin (29/6) guna memberikan motivasi sebelum laga resmi dimulai.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Karimun juga memperkenalkan “Wak Udang” sebagai maskot resmi Popda X Kepri. Maskot udang berwarna merah tersebut melambangkan keberanian dan ketangguhan masyarakat pesisir, yang dipadukan dengan penggunaan Tanjak sebagai simbol identitas budaya Melayu. (rdi)

Total Views: 12

Pos terkait