Ia berpesan bagi tim yang belum menjadi juara agar terus berlatih.
“Bagi yang belum menjadi pemenang hari ini, belajar terus. Keberhasilan selalu di awal dengan proses dan latihan. Kalah bukan berarti tidak bisa, namun kesempatan untuk terus berproses sehingga nanti pasti juga akan menjadi juara,” pesannya.
Di saat yang sama Ketua Panitia sekaligus Kepala Desa Putik, Azman, menutup kegiatan secara resmi. Ia menyebut turnamen berlangsung selama 32 hari dengan hanya satu hari libur.
“Kami dari panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Anambas yang diwakili Pak Toni. Kegiatan kami selama 32 hari, hanya satu hari libur. Dari peserta 64 tim, Alhamdulillah tanpa satu pun hal-hal yang terjadi, selamat dan dalam keadaan baik-baik saja,” kata Azman.
Azman menyampaikan ada tiga tujuan utama turnamen tersebut dimulai dari meningkatkan silaturahim antar desa di Kabupaten Kepulauan Anambas, kemudian memberi peluang dan apresiasi kepada pemain terbaik. Panitia telah memberikan penghargaan pemain terbaik, top skor, dan kategori lainnya. Serta, menjunjung sportivitas. Azman mengingatkan pesan Wabup saat pembukaan: Permainan boleh keras, boleh panas, tapi hati tetap dingin.
” Saya mengimbau penonton tidak memasuki lapangan saat pertandingan berlangsung agar panitia bisa menjalankan tugas dengan tertib,” pesannya.
Dengan melahirkan 4 tim terbaik, pertama Luap Fc, kedua Tebang B, ketiga Tebang A dan keempat Belibak. Pemerintah daerah berharap turnamen seperti ini terus berlanjut sebagai wadah pembinaan prestasi dan mempererat kebersamaan pemuda di Kepulauan Anambas.(Fen)





