Tembilahan,JurnalTerkini.id – Bupati Herman resmi membuka kegiatan Pelatihan Jurnalistik Televisi dan Konten Kreator sekaligus Sosialisasi Hukum yang digelar di Aula Hotel Harmona Inn, Tembilahan, Senin (18/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan milad pertama Forum Jurnalis Televisi Inhil.
Sejak pagi, aula hotel dipadati peserta yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda, pegiat media sosial hingga insan pers lokal. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan di bidang jurnalistik televisi, produksi konten digital hingga pemahaman hukum dalam penggunaan media sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Inhil H Herman menilai perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang besar bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Namun, menurutnya, perkembangan tersebut juga harus dibarengi dengan kemampuan literasi digital dan etika dalam menyampaikan informasi.
“Di era sekarang, kita butuh anak muda yang mampu berkolaborasi membangun daerah, dalam bentuk konten informasi yang edukatif, membantu pelestarian budaya daerah, pengembangan potensi lokal dan implementasi tugas pengawasan melalui produk jurnalistik,” ujar Herman
Ia mengatakan, kehadiran kreator konten dan insan media saat ini memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, Herman meminta peserta tidak hanya mengejar popularitas di media sosial, tetapi juga mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Informasi dan konten yang disebarluaskan harus bersifat berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu memberi manfaat untuk masyarakat,” tambahnya.
Ketua panitia dari Forum Jurnalis Televisi Inhil menyebutkan kegiatan ini bertujuan memberikan ruang belajar bagi generasi muda Inhil agar mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif digital. Selain itu, pelatihan tersebut juga diharapkan dapat melahirkan kreator konten dan jurnalis muda yang profesional.
Dalam kegiatan itu, sejumlah narasumber dihadirkan dengan materi yang beragam. Dodi Ralibi membawakan materi seputar dasar-dasar jurnalistik televisi, teknik peliputan hingga penyajian berita yang akurat dan berimbang.
Sementara itu, Pariz Muhammad membagikan pengalaman mengenai produksi konten digital dan strategi pengembangan media sosial agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Untuk sesi sosialisasi hukum, peserta mendapatkan pemahaman terkait aturan penggunaan media digital dan konsekuensi hukum dalam penyebaran informasi di media sosial. Materi tersebut disampaikan oleh Budi Winarko bersama Markoni Efendi.
Selain pelatihan dan sosialisasi, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus Forum Jurnalis Televisi Inhil sebagai bentuk perhatian terhadap perlindungan kerja insan media di daerah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta terlihat aktif membahas tantangan dunia jurnalistik dan konten digital di tengah derasnya arus informasi saat ini. (ADV)





