Sesi Foto bersama Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Karyoto, jajaran personel Polres Semarang, di Mako Polres Semarang. Rabu (22/4/26)./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Karyoto, melanjutkan rangkaian kunjungannya di Kabupaten Semarang dengan memberikan arahan langsung kepada jajaran personel Polres Semarang, Rabu (22/4/26)
Kunjungan tersebut dilakukan setelah sehari sebelumnya Karyoto berdialog dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan warga di Balai Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur.
Dalam kegiatan di Polres Semarang, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy memaparkan kondisi wilayah serta kesiapan operasional jajarannya. Ia menyebutkan, Polres Semarang saat ini didukung oleh 919 personel, termasuk 141 Bhabinkamtibmas yang tersebar di 19 kecamatan dan 235 desa.
Ratna menjelaskan, sejumlah tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dihadapi antara lain kasus penipuan, perlindungan perempuan dan anak, serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Kondisi geografis Kabupaten Semarang yang didominasi wilayah pegunungan menjadi salah satu faktor utama tingginya kecelakaan.
“Karakteristik wilayah yang berbukit dan berliku berdampak pada risiko kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Selain itu, kasus penipuan dan isu perlindungan perempuan serta anak juga menjadi perhatian serius,” ujar Ratna.
Ia menambahkan, Polres Semarang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan pendekatan langsung kepada masyarakat. Beberapa inovasi yang dilakukan antara lain pengembangan layanan berbasis digital seperti WhatsApp chatbot dan optimalisasi layanan darurat 110.
Selain itu, program seperti “Jumat Curhat” dan “Safari Kamtibmas” rutin digelar untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.
Di bidang pembinaan internal, Ratna menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan personel. Latihan pengendalian massa (Dalmas) secara rutin dilakukan setiap Selasa dan Kamis, termasuk simulasi penanganan situasi kontinjensi.
Sementara itu, Karyoto dalam arahannya mengapresiasi kinerja Polres Semarang. Ia menekankan peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam berinteraksi dengan masyarakat.
“Bhabinkamtibmas adalah etalase terdepan Polri. Mereka yang pertama hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Karena itu, kemampuan mereka harus terus ditingkatkan, termasuk dalam memberikan pertolongan pertama,” kata Karyoto.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi internal melalui analisis dan evaluasi (anev) rutin di tingkat Polsek. Menurutnya, forum anev dapat dikemas secara santai guna membangun komunikasi yang efektif antarpersonel.
“Bisa dilakukan dalam suasana coffee morning agar komunikasi lebih cair. Dari situ akan muncul laporan berjenjang yang menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan,” ujarnya.
Karyoto turut mengingatkan seluruh personel agar selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
“Jadilah polisi yang hadir sebagai penolong di tengah masyarakat. Lakukan patroli dan bangun komunikasi, termasuk saat kegiatan siskamling. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kabaharkam juga melakukan pengecekan alat khusus (alsus) dan alat material khusus (almatsus) milik Polres Semarang, termasuk kesiapan unit K-9 sebagai bagian dari dukungan operasional.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat pelayanan yang humanis, responsif, dan adaptif, sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Semarang.(Jk_Zed./PH)






