Kehadiran tiang lampu hias tersebut, sangat disambut positif oleh masyarakat ketika lampu tersebut hidup pada malam hari. Seperti hari raya Imlek kemarin, lampu hias tersebut dipasang dengan nuansa imlek warna merah. Maupun hari besar keagamaan lainnya.
Sebab, usai hari raya Imlek langsung masuk bulan puasa yang secara otomatis kita ganti lampu hias yang sebelumnya bernuansa imlek kini bernuansa islami yang dipasang hingga hari raya Idul Fitri 2026. Sehingga bisa memperindah lingkungan, juga dapat menciptakan suasana yang lebih meriah dalam hari keagamaan.
Ini sebagai cerminan betapa hidup berdampingan sesama agama maupun suku di Karimun, dapat memberikan toleransi yang cukup tinggi. Sehingga, bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat karimun setiap menyambut hari keagamaan.
” Sebelumnya, saya ucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kami berharap, upaya ini dapat lebih mempererat kebersamaan dan menambah kekhusyukan dalam merayakan hari yang penuh makna ini,” ungkapnya.
Sementara pantauan dilapangan, ketika memasuki kota Meral disambut dengan gerbang ucapan selamat idul fitri 1447 hijriah. Disepanjang jalan kota Meral kanan kini dipasangi lampu pijar yang sangat terasa kemeriahan lebaran.(*/rdi)





