Karimun Krisis Air Bupati Malah ke Bali

Karimun (Jurnal) – Kalangan warga di Tanjung Balai Karimun kecewa dengan keputusan Bupati Karimun Nurdin Basirun yang memilih menghadiri Kongres PDI Perjuangan di Denpasar, Bali daripada fokus mengatasi krisis air.

“Ah, Bupati. Dia lebih mikir mau jadi gubenur daripada mikir masyarakat. Padahal masalah air paling mendesak untuk dicarikan solusinya,” ucap Ajis, warga Kolong, Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Ajis mengaku air dari Unit Usaha Air Bersih (UUAB) Perusda sudah tiga bulan tidak mengalir ke bak mandi. Ia mengaku terpaksa membeli air dari lori-lori yang berkeliling ke perumahan penduduk.

“Uang saya tambah banyak yang keluar karena beli air dari lori-lori. Harganya mahal, tapi mau tak mau harus beli,” kata dia.

Santi, warga lainnya mengatakan, Bupati selaku kepala daerah seharusnya membuat perencanaan agar krisis air ketika kemarau tidak berulang setiap tahun.

“Krisis air bukan kali ini saja, tapi bertahun-tahun setiap musim kemarau. Dari dulu katanya mau konektivitas air beberapa waduk, tapi realisasinya mana?” ucap dia.

Ia juga mempertanyakan hasil tinjauan Bupati beberapa pekan lalu ke Waduk Bati dalam mengatasi krisis air. “Kalau hanya meninjau-ninjau, dari dulu juga begitu. Tak ada hasilnya,” kata dia.

Bupati Nurdin Basirun kepada wartawan usai menghadiri acara pemberian motivasi kepada ratusan pengawas silang Ujian Nasional SMA sederajat, di SMAN 1 Bati, Tebing, Selasa (7/4) mengatakan akan menghadiri Kongres PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Beach, Sanur,Denpasar, Bali pada 8-12 April 2015.

Rencana Nurdin menghadiri Kongres PDI Perjuangan diduga terkait dengan keputusannya untuk maju pada Pemilihan Gubernur Kepri pada Desember 2015. Nurdin disebut-sebut akan berpasangan dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Soerya Respationo yang juga masih menjabat Wakil Gubernur Kepri. (rdi)

Total Views: 182

Pos terkait