Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan keagamaan berbasis komunitas. Ia menilai kegiatan turun ke kampung-kampung, seperti kunjungan subuh rutin, sangat efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat iman.
“Ini tentu akan menjadi satu tradisi yang sangat menarik sekali dengan tujuan memperkuat kebersamaan, meningkatkan kekuatan, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya rasa mungkin bisa menjadi program kegiatan pemerintah,” akhiri Nurdin Basirun.
Sementara itu, Yurnalis ketua pengurus masjid Assyakirin Desa Pangke Barat menjelaskan bahwa kenduri ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengirimkan doa bagi para pendahulu serta menyucikan diri menyambut bulan suci.
“Pada malam hari ini kami masyarakat Pangke Barat melaksanakan kegiatan kenduri bersama menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dan sekaligus pembacaan doa untuk almarhum dan almarhumah yang sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran bapak Nurdin Basirun yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat Karimun. Yurnalis menekankan bahwa seluruh pelaksanaan acara, termasuk konsumsi, merupakan hasil gotong royong warga.
“Terima kasih atas kedatangan bapak Nurdin Basirun pak gubernur pada masa jabatannya, setiap tahun kita melaksanakannya. Insyaallah, tahun depan kita ketemu lagi,” paparnya.
“Untuk konsumsi pada kenduri bersama ini merupakan swadaya masyarakat artinya kerjasama antara pengurus dan masyarakat,” tutup.(edy)





