Dalam agenda tersebut, turut hadir Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Arif Waluyo Widiarto. Dalam paparannya, Arif mengingatkan bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijaga kehormatannya. Ia menekankan pentingnya pejabat publik untuk tidak memanfaatkan fasilitas negara demi keuntungan pribadi.
Menaker juga mengimbau seluruh jajaran Kemnaker serta para pemangku kepentingan untuk tidak ragu melaporkan potensi pelanggaran.
“Saya mengajak seluruh jajaran membangun budaya integritas sebagai ‘cara kerja’. Keberanian menyampaikan informasi adalah fondasi penting untuk menjaga martabat institusi,” katanya.
Acara ini diikuti oleh pejabat tinggi madya, pratama, hingga jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemnaker sebagai bentuk komitmen kolektif menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih. (rdi/*)







