Hadroh Al-Musyafa Meriahkan Walimatul Khitan Khaeril Nailun Nabhan Putra Kedua Saroni

Acara Walimathul Khitan ananda Khaeril Nailun Nabhan, Kamis (30/04). (Foto: Supriyadi/Jurnalterkini.id)

KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Suasana rumah pribadi Saroni, di jalan Prof. Buya Hamka, Kelurahan Margadana, malam ini nampak tidak seperti biasanya. Untuk menyambut tamu undangan dengan kegiatan produktif dan religius, grup hadroh kebanggaan masyarakat Kelurahan Margadana, Hadroh Al-Musyafa, kembali menunjukkan eksistensinya. Grup ini mendapatkan kehormatan untuk mengisi rangkaian acara Walimatul Khitan Ananda Khairil Nailun Nabhan putra kedua dari pasangan Saroni dan Dewi Murniati, pada Kamis (30/04) malam.

Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bukti nyata kematangan mental, rasa percaya diri, dan profesionalisme para pemain di hadapan publik. Sebagai pengiring acara utama, grup ini mampu menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus meriah, yang disambut antusias oleh para tamu undangan dan keluarga besar Saroni putra pertama H. Kasnan.

Acara yang berlangsung ba’da Isya ini menjadi istimewa dengan kehadiran Ust. Saeful Munir. Beliau adalah tokoh ulama yang ada di Kelurahan Margadana.

Di hadapan para tokoh masyarakat dan jamaah yang memadati lokasi, beliau mengupas tuntas makna di balik prosesi khitan.

Dalam tausiyahnya yang tajam namun menyejukkan, Ust. Saeful Munir menekankan bahwa khitan adalah investasi spiritual jangka panjang bagi orang tua.

“Khitan merupakan bagian dari sunnah para nabi dan termasuk fitrah manusia. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk terus mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai keislaman, akhlak yang baik, serta kecintaan kepada Al-Qur’an,” tegas Ustadz Saeful Munirp di sela-sela kajiannya.

Beliau juga mengingatkan bahwa setelah prosesi fisik ini selesai, tugas orang tua justru baru dimulai, yakni membentuk karakter anak agar tumbuh sejalan dengan syariat yang telah dijalankannya.

Lebih dari sekadar acara formal, kegiatan ini bertransformasi menjadi ruang penguat silaturahmi. Warga Kelurahan Margadana, membuktikan bahwa tradisi lokal di Kota Tegal masih menjadi perekat sosial yang sangat kuat.

Perwakilan keluarga menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan moril dari tetangga dan kerabat. Harapan besar dititipkan agar ananda Khaeril Nailun Nabhan kelak tidak hanya sehat secara fisik, namun juga tumbuh menjadi generasi sholeh yang kontributif bagi agama dan bangsa.

Acara yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama yang menggetarkan. Walimatul khitan di Kelurahan Margadana ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah gempuran zaman, nilai-nilai luhur keislaman dan kehangatan bertangga tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Tasikmalaya. Sebuah langkah kecil bagi Khaeril Nailun Nabhan, namun sebuah langkah besar dalam menjalankan perintah sang Khaliq. (Supriyadi)

Total Views: 22

Pos terkait