Polres Semarang Gandeng Mafindo Latih Pelajar Manfaatkan AI secara Bijak

Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Kepolisian Resor Semarang_Polda Jawa Tengah, menggandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) untuk menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bagi pelajar di Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa terpilih dari 20 sekolah menengah, masing-masing sekolah mengirimkan lima peserta terbaik.

Bacaan Lainnya

Pelatihan berlangsung di Auditorium Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Jalan Diponegoro, Ungaran, dan dibuka langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Senin. Kegiatan ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN yang diinisiasi Mafindo, dengan fokus pada peningkatan literasi digital generasi muda.

Dalam sambutannya, Ratna menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Menurut dia, perkembangan teknologi yang pesat harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis serta integritas moral penggunanya.

“Artificial Intelligence ibarat bara api. Jika dimanfaatkan dengan benar, akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan dan masa depan. Namun jika disalahgunakan, dapat menimbulkan dampak kerusakan, baik secara sosial maupun individu,” kata Ratna.

Materi pelatihan mencakup pengenalan dasar AI, potensi pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, hingga risiko penyalahgunaan teknologi digital, seperti penyebaran hoaks dan manipulasi informasi. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang etika digital agar mampu menggunakan teknologi secara produktif.

Ratna berharap para peserta dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah masing-masing. “Siswa-siswi yang mengikuti pelatihan ini diharapkan menjadi pelopor dalam memberikan pemahaman kepada teman-temannya tentang penggunaan teknologi yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Semarang, tetapi juga digelar serentak di sejumlah wilayah lain di bawah jajaran Polda Jawa Tengah, antara lain Surakarta, Karanganyar, Kabupaten Tegal, Ungaran, dan Jepara.

Di akhir kegiatan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo turut memantau jalannya pelatihan dan berdialog dengan para peserta. Ia mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

“Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, tidak bisa dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan generasi muda agar mampu memanfaatkannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemajuan bangsa,” kata Ribut.

Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Bergas mengaku pelatihan ini membantunya memahami manfaat AI, terutama dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Ke depan, program edukasi teknologi dan literasi digital ini direncanakan akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berintegritas dalam pemanfaatannya.
(Jk_Zed./PH)

Total Views: 296

Pos terkait