TKP penemuan mayat di embung pabelan Sabtu pagi, 31 Januari 2026./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, junalterkini.id — Polres Semarang_Polda Jateng. Warga Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di Embung Pabelan, Desa Pabelan, pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.15 WIB dan segera dilaporkan ke Polsek Pabelan.
Korban diketahui bernama Samroji, 52 tahun, warga Dusun Takan Lor, Desa Pabelan. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh harian lepas. Jenazah korban ditemukan mengapung di permukaan embung oleh dua warga yang sedang berolahraga pagi.
Pelaksana Tugas Kapolsek Pabelan AKP Wahyono S.Pd. mengatakan, penemuan bermula saat dua saksi, Purniati (40) dan Choiriyah (47), tengah melakukan joging di sekitar embung. Keduanya melihat benda mencurigakan berwarna hitam mengapung di air.
“Awalnya dikira tas plastik hitam. Setelah didekati, ternyata benda tersebut adalah kepala manusia,” kata Wahyono saat dikonfirmasi, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kedua saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Dusun setempat yang diteruskan ke Polsek Pabelan. Mendapat laporan, petugas kepolisian bersama warga segera mendatangi lokasi, melakukan pengamanan area, serta mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman.
Polsek Pabelan selanjutnya berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Pabelan dan Tim Inafis Polres Semarang untuk melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan pemeriksaan sementara dan hasil olah TKP, tidak ditemukan unsur kekerasan. Korban diduga terpeleset di bibir embung dan kemudian tenggelam,” ujar Wahyono.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, antara lain sepeda motor, peralatan memancing, serta sebuah tas berisi perlengkapan pancing. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban tengah memancing sebelum peristiwa terjadi.
Pihak keluarga korban kepada polisi menuturkan bahwa Samroji meninggalkan rumah sekitar pukul 05.30 WIB untuk memancing. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan keberatan dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
“Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Wahyono.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, khususnya pada area embung atau waduk yang memiliki bibir licin dan minim penerangan.(Jk_Zed/PH)





