Bupati mengakui adanya kekurangan oleh pengelola parkir, namun ia berharap masyarakat dapat memaklumi demi merubah wajah perparkiran pada Pelabuhan tersibuk di Kabupaten Karimun itu.
Menurutnya, penerapan parkir dengan sistem yang lebih modern itu adalah suatu simbol peradaban.
“Percayalah apa yang kami lakukan untuk kebaikan bersama, kebijakan ini untuk karimun yang lebih baik dan lebih tertib. Parkir itu adalah simbol peradaban,” jelas Bupati.
Sebelumnya diketahui bahwa masyarakat mengeluhkan tarif parkir Pelabuhan Domestik yang dinilai tidak sesuai Perda. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa dirugikan, terlebih kondisi perparkiran tidak ada perubahan sama sekali sejak dikelola pihak ketiga.
“Saya 2 jam saja dikenai 4 ribu rupiah, nominal ini berbeda sama pelabuhan lainnya. Tarif mahal tidak sepadan dengan pelayanan, justru makin macet pelabuhan sejak ada parkir gate ini,” ucap Reno salah seorang pengendara sepeda motor.(yra)







