Jangkauan Internet Hambat Penyusunan Profil Desa

Karimun (Jurnal) – Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kesatuan Bangsa (BPMPD Kesbang) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan jangkauan jaringan internet yang terbatas menghambat penyusunan profil desa/kelurahan berbasis web.

“Banyak desa dan kelurahan di Karimun yang tidak terjangkau akses internet. Ini menjadi persoalan ketika operator di tingkat desa dan kelurahaningin meng-upload data ke situs internet yang disiapkan Kementerian Dalam Negeri,” kata Kepala BPMPD dan Kesbang Karimun Hurnaini di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Menurut Hurnaini, sejumlah kelurahan dan desa di beberapa pulau seperti Pulau Belat, Pulau Durai dan Pulau Moro belum terjangkau akses internet, meski akses telekomunikasi menggunakan telepon seluler sudah dinikmati sebagian masyarakat di pulau-pulau tersebut.

“Untuk meng-upload data tentu membutuhkan jaringan internet yang cepat. Berbeda jika hanya untuk sekadar membuka sebuah situs yang bisa diakses lewat ponsel,” ucap dia.

Untuk menyiasatinya, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Telkomsel agar memperluas jaringan dengan membangun tower-tower penghubung antarpulau.

Namun demikian, kesiapan PT Telkomsel tersebut tentu tidak bisa direalisasikan sesuai permintaan karena perusahaan itu juga berorientasi bisnis.

“Kalau potensi bisnisnya tidak ada, mungkin tidak bisa terealisasi. Karena itu, kita mencarikan solusi lain, salah satunya dengan meng-upload data di kecamatan, tidak di kelurahan atau desa,” kata dia.

Penyusunan profil desa/kelurahan merupakan amanat Permendagri No 12/2007 yang berguna sebagai acuan bagi pemerintah untuk menyusun program pembangunan, serta mengakselerasi pengentasan kemiskinan dan program-program lainnya.

“Profil desa/kelurahan yang di-upload itu tidak hanya diakses pemerintah pusat, tetapi juga kabupaten atau provinsi. Mereka punya akses, dan menjadi acuan seperti pelaksanaan program dana desa oleh pemerintah pusat yang dikucurkan sesuai potensi yang dimiliki setiap desa atau kelurahan,” ucapnya.

Ia menambahkan sebanyak 85 pegawai dari desa/kelurahan, kecamatan serta kabupaten telah diberikan pembekalan selama dua hari, 25-26 Februari 2015, tentang teknis penyusunan profil desa/kelurahan berbasi web.

“Profil yang disajikan meliputi semua aspek, harus lengkap dan valid sehingga program yang disiapkan sesuai dengan kondisi riil,” kata Hurnaini. (rus)
   

Total Views: 232

Pos terkait