KARIMUN, JurnalTerkini.id – Bupati Karimun Iskandarsyah menyatakan mengatakan masalah krusial yang mengganjal pengaktifan kegiatan STS di sekitar perairan Pulau Karimun Anak bukanlah persaingan, melainkan kurangnya rasa aman bagi kapal yang hendak melakukan Ship-to-Ship (STS).
Baca: Pelindo dan Pemkab Karimun Sepakat Aktifkan Kembali Kegiatan STS, Siapkan Kompensasi untuk Nelayan
“Tugas berat kita bersama… adalah menciptakan rasa aman dan kondusif agar kapal-kapal mau masuk. Peluang kita sangat besar, yaitu antrian panjang di Singapura dan Pelabuhan Pelepas Malaysia,” katanya usai forum diskusi atau FGD persiapan kegiatan STS di rumah dinasnya, Kamis (9/10/2025).
Dengan menciptakan rasa aman, kata dia, Karimun dapat menarik antrean kapal dan meningkatkan PNBP secara signifikan jika kegiatan STS kembali beroperasi, serta peluang rezeki bagi masyarakat melalui kegiatan turunan dari aktivitas labuh jangkar kapal.
Bupati juga menekankan bahwa proyek ini harus disikapi secara menyeluruh. “Aktivitas labuh jangkar ini adalah isu yang harus dibahas secara utuh, tidak hanya dari satu sisi masyarakat saja,” tegas Bupati.





