SPPG Pangkalan Tujuh Diresmikan Bupati Inhil, Siap Suplai Makanan Bergizi untuk Ribuan Anak Sekolah

Ket Foto: Bupati Inhil H Herman saat berfoto bersama sama peresmian SPPG Pangkalan Tujuan, Sabtu (16/8/2025)
Ket Foto: Bupati Inhil H Herman saat berfoto bersama sama peresmian SPPG Pangkalan Tujuan, Sabtu (16/8/2025)

Inhil,JurnalTerkini.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kecamatan Tempuling. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Inhil, H. Herman, Sabtu (16/8/2025). Program ini menjadi bagian dari gebrakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan menjangkau ribuan anak sekolah dan kelompok rentan gizi.

Acara peresmian berlangsung meriah dan penuh semangat gotong royong. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Kapolres Inhil, Kasdim 0314/Inhil, Wakapolres Inhil, Camat Tempuling, Lurah Pangkalan Tujuh, dan berbagai unsur masyarakat. Mereka menyaksikan langsung kesiapan dapur gizi yang akan mulai beroperasi pada Selasa, 19 Agustus mendatang.

Idrisen dari Yayasan Bhakti Anak Inhil,mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi. Di tahap awal, SPPG akan menyuplai makanan untuk 2.235 siswa dari tiga kelurahan di Tempuling: Pangkalan Tujuh, Sungai Salak, dan Tempuling.

“Insya Allah pada 19 Agustus kita mulai operasi perdana. Dua minggu pertama kita fokus ke 2.235 siswa sebagai uji coba, kemudian targetnya meningkat menjadi 3.500 anak,” ujar Idrisen saat ditemui usai peresmian.

Penerima manfaat meliputi anak-anak dari jenjang TK hingga SMA/MA, baik sekolah negeri maupun swasta. Program ini juga tidak membedakan latar belakang siswa. Semua anak sekolah yang terdata di wilayah sasaran berhak menerima makanan bergizi setiap hari.

Uniknya, operasional dapur SPPG dijalankan oleh 47 relawan dari warga setempat, yang dikoordinasi oleh satu supervisor (SPPI), satu akuntan, dan satu ahli gizi. Total ada 50 personel yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program ini.

“98% relawan kita adalah warga asli Kelurahan Pangkalan Tujuh. Hanya satu dua yang dari desa sebelah seperti Teluk Nibung. Kita sengaja prioritaskan warga lokal agar mereka juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari program ini,” jelas Idrisen.

Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Banyak dari relawan adalah ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. Kini mereka bisa berkontribusi langsung untuk kampungnya, sekaligus mendapatkan pendapatan tambahan.

Bupati H. Herman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran SPPG ini. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Inhil.

“Ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi kita. Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh jadi penerus yang cerdas dan produktif,” tegas Bupati.

Ia juga berharap, program serupa bisa direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Inhil, dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

SPPG Pangkalan Tujuh berada di bawah naungan Yayasan Bhakti Anak Inhil, yang juga menjadi motor penggerak Program MBG di wilayah tersebut. Ke depan, program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga kelompok B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) sebagai upaya intervensi gizi dini.

“Setelah operasional awal berjalan lancar, kita targetkan untuk segera menyasar kelompok B3. Semua demi memastikan seluruh masyarakat rentan gizi bisa mendapatkan asupan yang layak dan sehat,” tambah Idrisen.

SPPG akan menjadi dapur umum berbasis komunitas dengan sistem distribusi harian, sesuai standar gizi yang telah ditentukan. Makanan yang disiapkan akan diawasi langsung oleh ahli gizi untuk memastikan kualitasnya.

Total Views: 634

Pos terkait