KONDISI keuangan Kabupaten Karimun disebut sedang tidak baik-baik saja. Keterbatasan anggaran dalam APBD mengawali kepemimpinan Bupati Ing H Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole. PAD merosot membuat program pembangunan mandeg dan banyak proyek fisik yang dicoret.
Defisit anggaran juga menyebabkan banyaknya proyek tunda bayar hingga pembayaran TPP (tambahan penghasilan pegawai) yang tersendat dan, macetnya pembayaran insentif guru TPQ dan berbagai persoalan keuangan lainnya.
Kondisi ini memaksa Iskandarsyah-Rocky melakukan efisiensi anggaran besar-besaran, sebagai contoh kegiatan safari Ramadhan pada bulan puasa bulan lalu. Tidak ada lagi rombongan yang naik kapal carteran, tetapi Iskandarsyah justru memilih naik kapal reguler ke pulau-pulau, dengan rombongan yang terbatas.
Di tengah tantangan keuangan daerah ini, Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah dalam berbagai kesempatan menyatakan komitmennya untuk menggali sumber-sumber PAD yang baru.
Iskandarsyah menyiapkan berbagai strategi inovatif dan terarah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), antara lain:
Optimalisasi Sektor Unggulan dan Potensi Baru
Bupati Iskandarsyah menyadari betul bahwa Karimun memiliki aset berharga, yaitu posisi geografis yang strategis dan potensi kelautan yang melimpah. Oleh karena itu, salah satu fokus utama adalah mengoptimalkan sektor-sektor unggulan, seperti:
Peningkatan Sektor Maritim dan Pelabuhan: Sebagai daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Karimun memiliki banyak pelabuhan. Pemerintah Kabupaten gencar berupaya meningkatkan fasilitas dan layanan pelabuhan untuk menarik lebih banyak lalu lintas kapal dan aktivitas bongkar muat, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dari retribusi dan pajak.
Iskandarsyah-Rocky juga mendorong badan usaha pelabuhan, dalam hal ini PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) bekerja sama dengan Pelindo untuk menggarap potensi jasa labuh kapal atau ship to ship (STS) transfer di perairan Karimun. Pendapatan dari STS ini diharapkan akan menambah pundi-pundi PAD Karimun.
Pengembangan Sektor Pariwisata: Pariwisata menjadi salah satu pilar utama. Melalui promosi gencar dan perbaikan infrastruktur di berbagai destinasi wisata, seperti Pantai Pelawan, Pantai Pongkar, dan Pulau Moro, diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Peningkatan jumlah wisatawan tentu akan berdampak langsung pada pendapatan dari sektor perhotelan, kuliner, dan jasa pariwisata lainnya.
Selain mesin investasi, ada satu hal penting yang juga digagas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan lapangan kerja, yakni mesin pariwisata, termasuk juga sport tourism, yakni even-even olahraga yang tidak hanya mewujudkan masyarakat yang sehat, tetapi juga mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemberdayaan Sektor Perikanan: Kekayaan laut Karimun adalah sumber daya yang tak ternilai. Pemerintah Kabupaten memberikan perhatian khusus untuk membantu nelayan lokal, mulai dari permodalan, pelatihan, hingga pemasaran. Tujuannya jelas, yaitu agar hasil perikanan dapat diolah dan dijual dengan nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap PAD.
Mendorong FTZ Menyeluruh
Salah satu wacana yang kembali digaungkan Iskandarsyah adalah pemberlakuan status kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh di Pulau Karimun Besar. Wacana ini menurut dia tidak lain bertujuan untuk memperkuat daya tarik Karimun sebagai daerah tujuah investasi.
Dengan FTZ menyeluruh, maka sudah tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat, memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal sehingga bisa mengurangi angka pengangguran sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan. Wacana FTZ menyeluruh ini sudah disampaikan kepada gubernur untuk diusulkan kepada pemerintah pusat.
Digitalisasi dan Kemudahan Berinvestasi
Selain mengoptimalkan sektor unggulan, Pemerintah Kabupaten Karimun juga melakukan langkah-langkah progresif dalam hal tata kelola pemerintahan. Digitalisasi sistem pelayanan publik adalah salah satu langkah nyata yang diambil. Dengan adanya sistem yang terintegrasi dan transparan, proses perizinan dan pembayaran pajak menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Kemudahan ini tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Karimun. Bupati Iskandarsyah berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, di mana investor merasa aman dan didukung penuh oleh pemerintah daerah.
Kolaborasi dan Pengawasan Intensif
Strategi ini tidak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Bupati Iskandarsyah secara aktif melibatkan semua pihak dalam setiap pengambilan kebijakan. Selain itu, pengawasan yang ketat dan intensif terhadap semua sumber pendapatan daerah juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran dan semua penerimaan disalurkan dengan benar.
Melalui berbagai langkah strategis ini, PAD Kabupaten Karimun tidak hanya meningkat, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini membutuhkan kepemimpinan yang visioner dan eksekusi yang tepat, dan kemandirian fiskal adalah tujuan yang realistis dan dapat dicapai untuk kemajuan daerah. (adv)










