Sementara itu, Lissa ketua panitia menyampaikan telah dijalin kerjasama antara INTI Kepri bersama China, disamping itu Lanal Karimun juga ikut bersinergi.
“Kenapa kita adakan di sekolah Vidya Sasana, karena kita relawan Inti dan kita juga mengadakan ekstrakurikuler untuk anak-anak kita seperti kerja sosial disebut gema Karimun.” ujar Lissa.
Lisa juga mengatakan kedatangan 7 Sekolah dengan 21 murid, 4 orang guru, 1 orang kepala sekolah, 1 orang sekretaris dinas pendidikan dan pelatihan guru sekolah Miao dan Tujia Wilayah (Kabupaten) Peng Shui Negara China ini atas inisiatif mereka dalam mengenalkan serta berkunjung ke Kabupaten Karimun.
“Mereka datang kesini dengan inisiatif mereka sendiri, mungkin mereka ingin memperkenalkan sekolah dan budaya mereka disini.” tutupnya..
Lissa melanjutkan, untuk acara pertukaran seni dan budaya, kita menampilkan beraneka ragam seni dan budaya dari masing masing sekolah baik dari Indonesia maupun dari China. Ramai murid-murid sekolah Vidya Sasana yang terkesan dengan seni bela dari China ini, salah satunya seni bela diri wushu yang di peragakan oleh Liu Xiao Man salah seorang murid sekolah dasar negeri Kabupaten Pengsui Kota Chongging. Kegiatan pertukaran seni dan budaya Indonesia-China ini dijembatani oleh Ibu Fatimah.(edy)






