Karimun (Jurnal) – DPRD Karimun menetapkan pimpinan alat-alat kelengkapan dewan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karimun, Selasa (14/10).
Informasi dihimpun, Koalisi Merah Putih menguasai posisi ketua alat-alat kelengkapan dewan. Pemilihan unsur pimpinan alat kelengkapan dewan berlangsung alot dan sempat digelar selama dua hari.
Data diperoleh, Komisi I yang membidangi Hukum dan Pemerintahan beranggotakan sebanyak 10 orang, diketuai oleh HM Taufik dari PKS, wakilnya dijabat Sumardi dari Demokrat, kemudian sekretaris dijabat oleh Suharsono dari PPP.
Selanjutnya Komisi II beranggotakan sebanyak 7 orang diketuai oleh Anwar Hasyim dari Golkar, wakil dijabat oleh Zuhdiono dari PPP dan sekretarsi Kamaruddin dari PKS.
Terakhir Komisi III, beranggotakan sebanyak 10 orang diketuai oleh Zainuddin Ahmad dari Gerindra, wakil dijabat Isnuriman dari PAN dan sekretaris dijabat Djumadi dari Golkar.
Kemudian Badan Kehormatan (BK) diketuai oleh Rosmeri dari Golkar dan Badan Legislatif (Baleg) diketuai oleh Anwar Abu Bakar dari PAN, sekretaris dijabat oleh Syamsul dari Golkar.
Sedangkan Badan Anggaran (Banggar) dijabat secara serta merta oleh Ketua DPRD Karimun HM Asyura.
Berdasarkan UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, bahwa pimpinan dewan periode 2014-2019 berasal dari partai peraih suara terbanyak, maka posisi Ketua DPRD Karimun otomatis diisi Partai Golkar yang meraih suara perbanyak pertama dengan menunjuk salah satu kadernya, HM Asyura sebagai ketua, kemudian Partai Demokrat peraih suara terbanyak kedua mengutus Azmi sebagai Wakil Ketua I dan Partai Hanura peraih suara terbanyak ketiga menunjuk Bakti Lubis sebagai Wakil ketua II.
DPRD Karimun beranggotakan sebanyak 30 orang dengan rincian, Partai Golkar sebanyak 6 orang, Gerindra 3 orang, PAN dan PPP masing-masing 2 orang, PKS 3 orang, Demokrat 3 orang tergabung dalam KMP.
Kemudian DPRD Karimun juga telah membentuk 8 fraksi yang terdiri dari 6 fraksi murni dan 2 fraksi gabungan.
Lima fraksi tergabung dalam KMP yakni, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PKS, Fraksi Gerindra dan Fraksi Amanat Pembangunan yang merupakan fraksi gabungan dari PAN dan PPP. Kemudian, tiga fraksi lainnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), terdiri dari Fraksi PDIP Plus gabungan dari PDIP 3 orang dan Nasdem 2 orang, Fraksi PKB 3 orang dan Fraksi Hanura 3 orang. (antarakepri.com/rdi)





