Bupati Paparkan Pembangunan HUT Karimun ke-15

Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun memaparkan perkembangan pembangunan dan pertumbuhan investasi pada acara syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Karimun ke-15 di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

“Kemajuan pembangunan yang telah diraih tampak dari beberapa indikator makro pembangunan, antara lain pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sejak 2006 hingga 2013 yang tumbuh rata-rata 6,54 persen per tahun,” kata Nurdin dalam persentasinya di hadapan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan undangan acara syukuran HUT Karimun ke-15 di kediaman dinasnya tersebut.

Secara umum, kata dia, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan dengan PDRB pada 2013 mencapai Rp 6.109.176.490.000.

Ia juga menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan dengan rata-rata 0,36 pon per tahun, bahkan IPM pada 2013, menurut dia mencapai 74,95, di atas rata-rata nasional, 73,81.
“Kenaikan IPM tahun ke tahun kita dorong dengan berbagai upaya dan program, termasuk juga di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata dia.    

Bahkan, kata Nurdin, pertumbuhan investasi terutama di kawasan perdagangan dan pelabuhan atau Free Trade Zone (FTZ) tumbuh cukup menggembirakan.

Ia mencontohkan pertumbuhan investasi pada 2013 yang meningkat mencapai Rp. 9.847.278.386.700, dengan jumlah pemodal asing yang masuk sebanyak 14 perusahaan, penanam modal dalam negeri (PMDN) 18 perusahaan dan perusahaan swasta nasional sebanyak 82 perusahaan.

“Total sebanyak 114 perusahaan telah menanamkan modalnya di FTZ Karimun. Keberhasilan pengembangan investasi di FTZ, tidak terlepas dari kerja keras semua pihak dan dukungan masyarakat dalam menjaga iklim investasi agar tetap kondusif,” ucapnya.

Pertumbuhan investasi yang cukup bagus, menurut dia turut mendukung program pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan yang tentunya berimplikasi pada pengurangan angka pengangguran.

Ia menjelaskan angka kemiskinan dalam kurun tujuh tahun terakhir relatif rendah dan terus berkurang. Pada 2013, menurut dia angka kemiskinan sebesar 6,69 persen atau sebanyak 14.800 jiwa.

“Target kita menurunkan angka kemiskinan di bawah 7,5 persen pada 2015 sesuai target MDG’s, dan kita bersyukur target itu sudah tercapai,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kemajuan pembangunan dan investasi tersebut turut berdampak pada upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia memaparkan pada 2006, PAD yang diraih baru Rp35.511.100.000, namun pada 2014 meningkat cukup tinggi mencapai Rp270.504.314.805.

Peningkatan PAD yang cukup signifikan itu, menurut dia tergambar dalam APBD yang pada 2006 sebesar Rp 411.914.121.706 meningkat tajam pada 2014 menjadi Rp 1.224.829.024.399.

Pemkab Karimun, menurut Nurdin, terus berupaya membangun sarana infrastruktur untuk mendorong terus tumbuhnya pembangunan di semua sektor. Salah satu sarana infrastruktur yang telah dibangun adalah akses jalan aspal, hotmix, semen, timbunan tanah dan lapen sepanjang 383 kilometer.

Proyek strategis yang telah dan sedang dibangun, menurut dia adalah pembangunan jalan pesisir di Coastal Area Tanjung Balai Karimun yang diproyeksikan sebagai pusat perekonomian baru masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia lagi, terus berupaya melaksanakan program merangkai pulau atau konektivitas melalui pembangunan pelabuhan. Beberapa pelabuhan yang telah dibangun adalah Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rampak, Pelabuhan Roro Selat Beliah, Pelabuhan Penumpang Tanjung Maqam Selat Beliah.

“Kita juga menggagas program konektivitas berupa pembangunan terowongan Karimun-Johor-Riau (Kajori),” katanya.

Nurdin dalam paparan hampir tiga jam itu juga mengungkapkan berbagai penghargaan yang diraih kabupaten berjuluk “Negeri Berazam”, seperti Anugerah Pangripta Nusantara Utama, dan lainnya, termasuk pula predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK terhadap Laporan Keuangan Pemkab Karimun pada 2012 dan 2013.

“Karimun juga sukses sebagai tuan rumah sekaligus juara umum STQ dan MTQ Provinsi Kepri, serta meraih tiga rekor Muri,” ucapnya.

Selain mendengarkan paparan pembangunan dari Nurdin Basirun, perayaan HUT Karimun ke-15 juga diwarnai dengan penandatangan nota kesepahaman bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kerja dengan PT Saipem Indonesia Cabang Karimun, perusahaan pertama dan terbesar asal Italia yang menanamkan modalnya di FTZ Karimun.

Sebelumnya pada Minggu pagi, HUT Karimun ke-15 juga diperingati secara sederhana dengan menggelar upacara yang dihadiri para pejabat Pemkab maupun instansi vertikal dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bachrum yang hadir mewakili Gubernur Kepri Muhammad Sani.

Sumber: antarakepri.com

Total Views: 200

Pos terkait