Kemudian, Anwar mengungkapkan bahwa speedboat tersebut memang harus naik dok mengingat sudah lama beroperasi sejak tahun 2009.
Sambungnya, karena sudah berusia 11 tahun sejak digunakan mantan Bupati Karimun Alm Muhammad Sani, orang nomor dua di Karimun ini mengakui memang harus ada pengadaan speedboat.
“Memang sebenarnya kita harus ada pengadaan karena kita daerah kepulauan. Tetapi, kita memilih prioritaskan yang lebih penting dulu yaitu kebutuhan masyarakat, jadi kita gunakan yang ada dulu,” ucap Anwar Hasyim.
Diberitakan sebelumnya, Speedboat Pemkab Karimun mengalami kebocoran ketika hendak menuju Batam pada (8/9/2020) tepatnya di perairan Pulau Kepala Jeri atau di antara Kecamatan Moro, Karimun dan Belakangpadang, Batam.
Akibat kebocoran yang terjadi di bagian badan speedboat tersebut, speedboat Pemkab Karimun itu kini menepi di pulau kepala jeri agar dapat diperbaiki.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Karimun juga sudah memerintahkan dua kepala desa di Kecamatan Moro, yaitu Dusun Nyiur dan Rawa Jaya agar dapat memberikan pertolongan untuk konsumsi nakhoda dan ABK Kapal. (yra)





