SEMARANG, jurnalterkini.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian bumi. Ia menekankan bahwa tata kelola pemerintahan memegang peran kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata.
“Perubahan iklim harus menjadi perhatian serius karena telah mengganggu keseimbangan ekosistem. Jika dibiarkan, banyak makhluk hidup bisa punah karena tak mampu beradaptasi. Manusia pun akan menghadapi dampaknya, seperti gelombang panas, kebakaran hutan, badai pesisir, hingga banjir,” ujarnya, Minggu (21/4).
Sarif menyampaikan hal ini menjelang peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April. Menurutnya, pemerintah memiliki otoritas untuk mengatur dan mengawasi pemanfaatan sumber daya alam secara bijak serta menjamin keamanan ekologis.

“Dengan otoritas yang kuat, pemerintah dapat menjadi penggerak utama dan mengajak aktor-aktor lain seperti dunia usaha, masyarakat sipil, hingga komunitas lokal untuk berkolaborasi menjaga kelestarian bumi,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Ia menjelaskan, perubahan iklim merupakan perubahan signifikan dalam pola iklim, suhu udara, dan curah hujan yang terjadi dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi karbon dioksida dan gas rumah kaca di atmosfer.
“Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga bumi harus dimiliki semua pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah. Perlu terus digalakkan aksi nyata serta kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Sarif menegaskan bahwa upaya menjaga bumi harus dilakukan secara kolektif oleh semua lapisan masyarakat, tanpa memandang posisi atau peran.
“Siapapun kita, di mana pun kita berada, semua harus ikut andil dalam menjaga bumi. Ingat, bumi hanya ada satu,” pungkasnya.(PH)





