Sesi foto bersama Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra dalam giat
Rapat Koordinasi Pencegahan Kenakalan Remaja di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Jumat, (7/8/26)./Dok.Foto.M_E.(jurnalterkini.id/Ponco)
Demak, jurnalterkini.id – Polres Demak memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Demak, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk mencegah kenakalan remaja melalui penguatan nilai-nilai Pancasila. Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Kenakalan Remaja di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Jumat, 7 Agustus 2026.
Rapat dipimpin Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra dan dihadiri pejabat utama Polres Demak, para kapolsek, perwakilan Bakesbangpol Kabupaten Demak Muhlisin, serta Pengawas SMA Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Setyo Nugroho.
Kapolres Demak mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Demak secara umum masih aman dan kondusif. Meski demikian, berbagai persoalan yang melibatkan remaja masih memerlukan perhatian, seperti tawuran pelajar, penyalahgunaan minuman keras, hingga pemanfaatan media sosial untuk mengorganisasi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Menurut Samel, perkelahian antarpelajar masih kerap terjadi, terutama di Kecamatan Karangawen, Mranggen, Karangtengah, dan Karanganyar. Karena itu, pengawasan terhadap pelajar perlu diperkuat, baik di lingkungan sekolah maupun di luar jam belajar, dengan melibatkan sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan kepolisian.
Ia menegaskan pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama. Penguatan nilai-nilai Pancasila, kata dia, menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda agar memiliki disiplin, nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab. Selain itu, pembinaan melalui kegiatan olahraga, seni budaya, organisasi kepemudaan, serta wawasan kebangsaan perlu terus diperluas sebagai ruang positif bagi pelajar.
Selain membahas kenakalan remaja, rapat juga menyoroti kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Para pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, krisis air bersih, dan dampak lain yang memerlukan penanganan terpadu.
Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pertukaran informasi, meningkatkan kegiatan sambang sekolah, penyuluhan hukum, pembinaan wawasan kebangsaan, serta patroli pada jam-jam rawan. Sekolah juga didorong mengaktifkan sistem pelaporan dini terhadap siswa yang berpotensi melakukan pelanggaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dengan mengedepankan pendekatan pembinaan.
Samel mengatakan Polres Demak bersama jajaran polsek akan mengoptimalkan langkah preventif melalui patroli, penyuluhan hukum, dan pembinaan kepada pelajar dengan melibatkan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak di masyarakat.
“Pencegahan harus menjadi langkah utama. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, kita berharap mampu membentuk generasi muda yang berkarakter serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” kata Samel.
Pengawas SMA Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang, Setyo Nugroho, mengapresiasi inisiatif Polres Demak membangun kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan kenakalan remaja. Menurut dia, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah membentuk grup komunikasi yang beranggotakan para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai sarana deteksi dini terhadap peserta didik yang berpotensi melakukan pelanggaran maupun terlibat tawuran.
Ia berharap mekanisme tersebut dapat mempercepat pembinaan sehingga persoalan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
“Kami mengapresiasi komitmen Polres Demak dalam membangun sinergi dengan dunia pendidikan. Pencegahan kenakalan remaja harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan karakter, deteksi dini, serta komunikasi yang erat antara sekolah, orang tua, dan kepolisian. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis potensi tawuran maupun perilaku menyimpang di kalangan pelajar dapat dicegah sejak awal,” ujar Setyo.(Munthohar_Ershi./PH)





