Simpang Gaung,JurnalTerkini.id — Masyarakat Simpang Kanan Dusun Sentosa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, menjerit akibat banjir yang melanda kawasan mereka. Banjir ini tidak hanya menghambat aktivitas harian, tetapi juga merusak kebun dan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga. Ketinggian air saat ini mencapai 60 hingga 100 sentimeter.
Warga menduga kuat banjir ini merupakan dampak dari pembuangan air oleh PT MSK Akasia, sebuah perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Mereka menilai bahwa sistem drainase dan aliran pembuangan air dari perusahaan tersebut tidak tertata dengan baik, sehingga memperparah genangan saat curah hujan meningkat.
“Banjir ini bukan pertama kali terjadi, tapi sekarang semakin parah. Air dari arah perusahaan masuk tanpa kendali ke kebun kami. Tanaman rusak, kami rugi besar. Pemerintah harus segera turun tangan,” ungkap Jamaluddin, warga Parit 13 Kanan, Selasa (15/4/2025).
Setidaknya enam parit terdampak langsung oleh banjir kali ini, yaitu Parit 10, Parit 11, Parit 12, Parit 13, Parit 14, dan Parit 15. Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan belum ada tindakan nyata dari pihak terkait.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan, salah satunya dengan melakukan penggalian kanal induk yang lebih besar dan berfungsi efektif dalam mengalirkan air. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap operasional PT MSK Akasia agar tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Kalau tidak segera ditangani, bukan cuma kebun yang rusak, tapi rumah warga juga bisa terdampak. Kami mohon perhatian serius,” lanjut Jamaluddin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah. Warga berharap suara mereka didengar dan ada solusi konkret dalam waktu dekat.





