“Kedua belah pihak terlibat bentrok terkait masalah wilayah tangkap, nelayan Desa Jang yang menggunakan jaring rawai tidak terima dengan kehadiran nelayan jaring kurau Desa Sanglar menangkap ikan di wilayah tangkap mereka.”
Karimun (Jurnal) – Sejumlah nelayan rawai Desa Jang Kecamatan Moro dengan nelayan jaring kurau dari Desa Sanglar Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu terlibat bentrok di tengah laut, empat orang luka-luka dalam bentrokan tersebut.
“Keempat nelayan yang luka-luka merupakan nelayan rawai dari Desa Jang, sedangkan korban dari nelayan Sanglar saya belum dapat informasi,” kata Camat Moro Muhammad Fidias ketika dikonfirmasi via telepon seluler.
Keempat nelayan yang luka-luka itu antara lain, Yono (35 tahun) warga RT 01 RW 01 Desa Jang mengalami luka bacok di kepala, Marwansyah (28) mengalami patah tangan, Kamar (45) luka bacok di tangan dengan tujuh jahitan dan Basri (22) mengalami luka-luka memar.
Muhammad Fidias menjelaskan, bentrokan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di perairan dua desa bertetangga dengan kecamatan berbeda tersebut.
“Kedua belah pihak terlibat bentrok terkait masalah wilayah tangkap, nelayan Desa Jang yang menggunakan jaring rawai tidak terima dengan kehadiran nelayan jaring kurau Desa Sanglar menangkap ikan di wilayah tangkap mereka,” kata dia.
Ia mengatakan, sebenarnya pihaknya bersama dengan Polsek, Koramil dan Pos TNI AL Moro sudah turun ke laut untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kedua belah pihak.
“Namun, ternyata mereka sudah turun ke laut lebih dulu, sehingga terjadilah perkelahian itu,” katanya.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, dirinya bersama Kapolsek, Danramil dan Pos TNI AL langsung melakukan patroli di perairan tempat terjadinya bentrokan.
Dia mengatakan, konflik wilayah tangkap ikan antara nelayan rawai atau nelayan pancing dengan nelayan jaring kurau sudah berlangsung sejak lama.
“Persoalan ini sudah cukup lama dan sudah berkali-kali diupayakan penyelesaiannya, baik di kecamatan, kabupaten atau di Dinas Perikanan dan Kelautan. Tapi, benturan kedua belah pihak sering terjadi, apalagi nelayan rawai mengklaim bahwa nelayan kurau telah menangkap ikan di wilayahnya,” tuturnya.
Dalam aturan, menurut dia, memang ada zona tangkap ikan untuk nelayan rawai maupun nelayan kurau. Zona tangkap ikan nelayan kurau lebih jauh ke laut lepas karena alat tangkap yang digunakan lebih modern dibandingkan nelayan rawai.
“Kami sudah menyampaikan insiden tersebut kepada Bupati. Dan, Bupati bersama Kapolres juga akan turun langsung untuk mencegah bentrokan susulan,” kata dia.
Sementara, empat korban luka-luka, menurut dia masih dirawat oleh petugas medis di Desa Jang, Kecamatan Moro. (rus)





