Nipah sering dianggap tanaman liar. Maka, ketika orang membuka tambak, gerombolan tanaman ini akan menjadi korban pertama yang digusur. Padahal, ia membawa banyak berkah.
Salah satu manfaat nipah, ia menjadi benteng bagi air tawar terhadap air laut. Makanya, jangan jengah kalau melihat mereka mejeng di tepi pantai menghalangi pandangan mata saat Matahari mau terbit atau tenggelam.
Lenyapnya rumpun nipah bisa membahayakan daratan. Ancaman abrasi dan kerusakan tanah juga mudah terjadi karena ,tidak ada yang membentengi lagi. Akar nipah yang kuat dan rapat mampu menahan gempuran ombak laut sehingga mencegah terjadinya erosi daratan oleh air laut.
Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bekerja sama dengan PT First Flower mengadakan pelatihan dalam pengelolaan nipah, pelatihan yang diadakan ini merupakan tahap awal yang dilaksanakan Rabu (27/8) lalu.
“Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada se-Kabupaten Kepulauan Meranti,” ungkap Kadis Kehutanan dan Perkebunan Ir. Makmun Murod, MM.
Dalam sambutannya, Kadis Kehutanan Makmun Murod mengatakan, pengelolaan nipah itu sudah mengantongi izin hasil hutan bukan kayu. Ke depannya pengelolaan, nipah ini diharapkan akan menciptakan lapangan pekerjaan dan juga akan menambah penghasilan masyarakat.
Pelatihan ini untuk memperkenalkan sekaligus pemanfaatan dalam menyadap nilai nipah, nipah ini jika di manfaatkan dengan baik naintinya akan memberikan nilai yang mengembirakan masyarakat Kepulauan Meranti.
“Bayangkan saja nipah yang dahulunya dipandang sebelah mata, justru kini nilai jualnya begitu tinggi, dari hasil nira nipah saja bisa dibuat gula aren sisa dan serbuknya saja bisadi buat bahan bakar. Pengelolaan nipah ini tidak memerlukan biaya dan peralatan yang mahal, dengan peralatan sederhana saja bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkapnya.
Drs Irwan Msi Bupati Kepulauan Meranti juga sangat mengapresiasi pelatihan yang merupakan tonggak baru bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Pasalnya, nipah selama ini daunnya hanya bisa dibuat atap, rokok daun nipah tapi sekarang berkat adanya penelitian oleh Dr, prof Ir Hengki MSc, serta kawan kawannya bisa membuka pengetahuan bahwa nipah bisa kita olah menjadi berbagai macam olahan seperti gula aren dari nipah,dan sirup yang dapat kita olah dari nipah.
“Bekat penelitian ini akan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Mudah-mudahan para peserta pelatihan nantinya agar bisa mengembangkan apa yang telah diajarkan,” kata Bupati. (eka)





