PLN Imbau Pemasangan Pernak Pernik Imlek Pastikan Aman

Lampion Imlek mulai bergantung di atas ruas jalan di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, (19/1/2025). (JurnalTerkini.id/rusdi)
Lampion Imlek mulai bergantung di atas ruas jalan di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, (19/1/2025). (JurnalTerkini.id/rusdi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Tidak lama lagi, warga Tionghoa akan menyambut Tahun Baru Imlek 2025, berbagai persiapan telah dilakukan oleh warga Tionghoa yang ada di kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Mulai dari membersihkan klenteng, vihara, rumah hingga pemasangan pernak pernik imlek yang mayoritas menggunakan listrik.

Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun Marwan Sholeh, mengimbau kepada pelanggan PLN agar tetap waspada terutama dalam menyambut hari raya Imlek nanti. Dimana, untuk proses pemasangan lampu hias harus dipastikan benar-benar terpasang secara baik.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap kepada warga, agar memasang lampu pernak-pernik imlek diserahkan kepada orang yang ahli, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya, Minggu (19/1/2025).

Mengingat, saat ini sudah banyak warga Tionghoa yang telah memasang pernak pernik imlek yang menggunakan energi listrik. Mulai dari tempat ibadah, rumah hingga di jalan raya.

“Paling penting harus pasti kondisi kelistrikannya aman. Apalagi sejak awal Januari kondisi cuaca turun hujan cukup ekstrem,” ujarnya.

Sementara ditanya proses pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Balai Karimun unit 1 sejak Sabtu (14/12/2024) tahun lalu sudah mencapai 98 persen. Dan, saat ini sedang dilakukan uji coba pengoperasian PLTU Tanjung Balai Karimun unit 1 yang akan mensuplay ke daya sebesar 7 Mega Watt (MW) kepada pelanggan nantinya.

“Alhamdulillah, teman-teman PLTU Tanjungbalai Karimun memberitahukan, saat ini mesin unit 1 sedang dilakukan uji coba operasional,” ucapnya.

Ia mengatakan, sesuai jadwal proses pemeliharan PLTU Tanjung Balai Karimun unit 1 membutuhkan waktu selama 45 hari atau hingga akhir bulan ini. Namun, pihaknya bersama teman-teman PLTU Tanjung Balai Karimun berusaha untuk segera mengoperasikan mesin unit 1.

“Insyallah, hingga sekarang masih aman saat beban puncak mencapai 28,2 MW, dengan kondisi cuaca seperti ini. Sehingga, daya listrik masih tercaver yang mencapai 33 MW ditambah ditambah 3 unit mesin PLTD Bukit Carok masing-masing bisa menghasilkan 500 KW telah beroperasi yang mencapai 1,5 MW totalnya. Jadi tidak ada pemadaman bergilir, kalau ada itupun gangguan,” ungkapnya.(jms/rdi)

Total Views: 337

Pos terkait