Naim Qassem, Pemimpin Baru Hizbullah

Wakil pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyampaikan pidato dari lokasi yang dirahasiakan pada tanggal 15 Oktober 2024. (Foto: AFP)
Wakil pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyampaikan pidato dari lokasi yang dirahasiakan pada tanggal 15 Oktober 2024. (Foto: AFP)

Qassem, 71 tahun, adalah salah satu pendiri Hizbullah pada 1982. Ia menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal partai sejak 1991, satu tahun sebelum Nasrallah mengambil alih kepemimpinan. Ia lahir di Beirut pada 1953 dari sebuah keluarga dari Desa Kfar Fila di perbatasan dengan Israel.

Ia adalah pejabat senior Hizbullah yang paling sering terlihat di depan publik, sementara Nasrallah sebagian besar menghindari sorotan setelah perang antara kelompok tersebut dan Israel pada 2006.

Bacaan Lainnya

Sejak kematian Nasrallah akibat gempuran udara Israel pada 27 September, Qassem tiga kali tampil di televisi. Ia menggunakan bahasa Arab yang lebih formal, berbeda dari bahasa sehari-hari Lebanon yang sering digunakan oleh Nasrallah.

Dengan karisma dan kemampuan berbicara yang tidak sebaik Nasrallah, Qassem menyatakan bahwa kelompok tersebut akan segera mencari pengganti Nasrallah yang telah tewas.

Ia menyatakan bahwa kemampuan militer Hizbullah masih terjaga dan mendukung upaya juru bicara parlemen, Nabih Berri, untuk memediasi gencatan senjata.

Dalam pidato terakhirnya pada 15 Oktober, Qassem menyatakan bahwa gencatan senjata adalah satu-satunya cara bagi Israel untuk memastikan kembalinya penduduknya ke wilayah utara.

Perang Israel-Hizbullah meletus bulan lalu setelah hampir setahun terjadi baku tembak lintas perbatasan antara keduanya.

Pada 23 September, Israel meningkatkan serangannya terhadap benteng pertahanan Hizbullah, mengirim pasukan darat, dan membunuh anggota pimpinan tertinggi kelompok tersebut satu per satu.

Perang tersebut mengakibatkan lebih dari 1.700 kematian di Lebanon sejak 23 September, menurut penghitungan AFP dari data kementerian kesehatan. Namun, jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena adanya kesenjangan dalam data.

Militer Israel melaporkan kehilangan 37 tentara dalam operasi mereka di Lebanon sejak dimulainya operasi darat pada 30 September. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 352

Pos terkait