Jepang Usulkan Pembentukan “NATO Asia”
Jepang misalnya mengusulkan untuk membentuk aliansi keamanan kolektif yang disebutnya sebagai “NATO Asia.” Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, yang baru terpilih akhir September lalu, menyampaikan gagasan itu sebagai sebuah kemungkinan pada masa depan. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Takeshi Iwaya kepada pers pada 2 Oktober lalu.
“Tentu saja ini gagasan untuk pada masa depan. Tetapi kami kira gagasan ini seharusnya dipertimbangkan untuk jangka menengah dan jangka panjang,” kata Iwaya.
Meskipun demikian ia menyerahkan sepenuhnya kepada mitra-mitranya di ASEAN untuk membahas lebih jauh hal itu, sebagaimana seruannya kepada Amerika untuk membentuk aliansi keamanan yang lebih setara, pengelolaan bersama pangkalan angkatan bersenjata Amerika di Jepang dan penempatan Pasukan Bela Diri Jepang di Amerika.
Tiongkok Ingin Perluas “CAFTA 3.0”
Sementara Tiongkok menginginkan perluasan perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN, yang disebutnya sebagai “CAFTA 3.0,” yang dipusatkan pada kota pintar, 5G, kecerdasan buatan, dan e-commerce.
Selain dengan Jepang dan Tiongkok, kesepuluh negara anggota ASEAN – Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Vietnam, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Brunei dan Laos – juga akan mengadakan pembicaraan dengan Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru tentang ekonomi, perubahan iklim dan energi.





