Meranti (Jurnal) -Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perades mendukung langkah nyata penyidik Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor Kepulauan Meranti dalam mengusut dugaan kerugian keuangan negara dalam pembelian mesin ginset PT PLN Ranting Selatpanjang.
“Baik ginset yang dibeli PLN maupun Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pemkab Kepulauan Meranti harus diusut sampai tuntas,” kata Ketua LSM Perades Guntur, di Selatpanjang belum lama ini.
Guntur berharap pengusutan kasus itu benar-benar dilakukan secara menyeluruh, mengingat masalah korupsi di tubuh PLN selama ini tidak pernah terungkap tuntas.
“Termasuk soal tidak adanya kejelasan secara total terkait jual beli daya dari mesin pemda ke pihak PLN Selatpanjang,” kata dia.
Upaya penyelidikan yang dilakukan Polres Kepulauan Meranti, menurut dia belum dikatakan lengkap jika soal jual beli daya listrik dari mesin pemda ke pihak PLN Selatpanjang tidak diusut sampai tuntas, ujar Guntur.
Menurut Guntur, dugaan tindak pidana korupsi yang juga terjadi di PLN selatpanjang, salah satunya adalah soal tidak adanya ketransparanan baik itu dari pihak PT PLN maupun pemda, terkait hasil penjualan daya listrik.
“Berapa sih pendapatan pemda dari jual daya listrik ke PLN itu? Kok sampai saat ini kami tidak mengetahui berapa jumlah sebenarnya dan persoalan ini sepertinya sengaja ditutup-tutupi,” tuturnya.
Ia mengemukakan pengusutan dalam kasus jual beli daya itu harus dilakukan karena menyangkut pertanggungjawaban penggunaan uang negara. “Jadi berapa pun uang negara yang dikeluarkan, wajib disampaikan kepada publik. Untuk apa dana itu, dan berapa hasilnya dan sepertinya belum ada dilakukan oleh kedua belah pihak,” ucapnya.
Lebih lanjut Guntur menegaskan bahwa dukungan kepada penyidik dalam mengusut kasus itu juga dilatarbelakangi “output” yang dihasilkan dari jual beli daya tersebut bagi masyarakat.
“Setiap tahun pemda menggelontorkan uang miliaran rupiah dari APBD dengan dalih membantu memenuhi kebutuhan daya untuk disuplai kepada masyarakat. Apakah sudah dilaksanakan secara baik dan benar serta sesuai dengan keperluan, atau sebaliknya bahwa penggunaan dana tersebut terkesan atau menjurus pada pemubaziran anggaran karena besarnya dana tidak sebanding dengan hasil yang dicapai,” tuturnya.
Seperti diberitakan sejumlah media, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi juga mengaku kepercayaannya telah hilang dengan buruknya kinerja PLN Ranting Selatpanjang, sehingga orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu sangat berharap dan mendesak aparat berwajib agar mengusut proyek pengadaan genset dengan daya 4 MW itu.
Sebab, menurut Irwan, pengadaan mesin yang terkesan bertele-tele serta sangat lamban itu, selain dinilai sarat dengan ‘permainan’ yang harus diungkapkan. Juga telah merugikan masyarakat maupun Pemkab Kepulauan Meranti. (Isk)





