Iran meluncurkan ratusan rudal ke Tel Aviv sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin gerakan perlawanan Hizbullah dan Hamas. Zionis Israel memerintahkan seluruh warganya untuk berlindung.
Suara sirene meraung di seantero Tel Aviv ketika sedikitnya 181 rudal Iran memasuki ruang udara kota itu, yang sebagian berhasil dicegat sistem penangkal rudal Iron Dome.
Militer zionis memerintahkan seluruh warga untuk berlindung di tempat-tempat yang telah ditentukan. Perintah dan serangan rudal itu hanya berselang beberapa jam setelah seorang pejabat pemerintah Biden mengingatkan bahwa Iran sedang bersiap melancarkan “dengan segera” serangan rudal balistik ke Israel.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel IDF Daniel Hagari mengatakan, “Beberapa saat lalu mitra-mitra kami di Amerika telah memberitahukan bahwa mereka mendeteksi sebuah organisasi di Iran yang akan melancarkan serangan rudal ke Israel dalam waktu dekat. Kami telah menghadapi ancaman seperti ini sebelumya, dan kini kami akan menghadapinya.”
Otoritas bandara Israel mengatakan wilayah udara negara itu telah ditutup dan seluruh pesawat yang datang dialihkan ke bandara-bandara lain di luar negara itu.
Iran mengatakan peluncuran puluhan rudal balistik ke Israel itu merupakan pembalasan atas pembunuhan para pemimpin Hizbullah dan Hamas.
Iran meluncurkan serangan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Israel pada bulan April lalu, namun hanya sedikit proyektilnya yang mencapai target. Sebagian besar ditembak jatuh oleh koalisi pimpinan AS, sementara yang lain tampaknya gagal diluncurkan atau jatuh dalam penerbangan.





