Mahasiswa Meranti Hadiri “Open House” Wakil Bupati

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi untuk mengetahui informasi pembangunan sekaligus memberi masukan kepada pemerintah daerah.

Meranti (jurnal) – Puluhan pengurus Persatuan Pelajar Mahasiswa se-Kepulauan Meranti di Pekanbaru menjalin silaturrahmi dengan Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Masrul Kasmy dengan menghadiri acara “open house” atau rumah terbuka Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah/2014.

Dalam acara silaturrahmi mahasiswa dan pelajar itu, juga diadakan dialog langsung dengan Wakil Bupati yang digelar di rumah dinasnya di Jalan Merdeka Kota Selatpanjang.

Open house yang digelar Wakil Bupati pada hari kedua Lebaran itu sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun dan terbuka untuk semua kalangan.

Menariknya, kegiatan sore itu turut dihadiri pengurus Persatuan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Meranti di Pekanbaru, di samping untuk mempererat tali silaturrahmi , juga menjadi ajang diskusi membahas berbagai persoalan di kabupaten paling bungsu di Provinsi Riau ini.

Seperti halnya diungkapkan Rudi, juru bicara mahasiswa dan pelajar, bahwa kehadiran mereka di kediaman wakil bupati dalam rangka mempererat tali silaturrahmi. Dan tentunya, pertemuan tersebut diharapkan bisa dijadikan ajang untuk mengetahui informasi pembangunan sekaligus memberi masukan kepada pemerintah daerah.

“Sebelumnya kita ucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada Pak Wabup H Masrul Kamsy beserta keluarga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu juga, dalam kesempatan ini kita memperkenalkan jajaran pengurus persatuan pelajar mahasiswa Kepulauan Meranti di Pekanbaru yang tak lama lagi akan dilantik, yang ketua terpilihnya adalah saudara  Azman,” tuturnya.

Di samping itu juga, pertemuan itu juga menjadi momen untuk bertukar pikiran dan berdiskusi membahas berbagai persoalan di masyarakat maupun berbagai kebijakan di masa mendatang demi terlaksananya percepatan pembangunan.

Maka dari itu, kata Rudi, pada kesempatan ini ada beberapa hal yang menjadi bahan diskusi yang memang telah kita sepakati bersama, sebut saja soal penerimaan pengumuman tes CPNS 2013 di mana Pak Bupati sebelumnya bersuara lantang menolak  pengumuman yang disampaikan oleh pusat.

“Tapi lambat laun seiring berjalannya waktu, sepertinya suara lantang itu jadi ‘adem ayem’ saja. Mohon dijelaskan kepada kami mahasiswa dan pelajar sehingga dapat pula kami sampaikan kepada masyarakat luas,” katanya.

Selain itu, seperti disampaikan pak wabup beberapa waktu lalu mengenai turunnya harga komoditi pertanian masyarakat pada waktu tertentu.

“Ada sudah ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk mengatasi turunnya harga komoditi tersebut, sehingga tidak berimbas pada kelangsungan hidup masyarakat Meranti yang notabene 65 persen masyarakatnya bergantung dari hasil kebun getah dan sagu juga kopi,” tuturnya.

Terlebih lagi, tutur dia, seiring berjalannya pembangunan baik yang kami temukan di lapangan maupun informasi dari masyarakat, tidak dipungkiri dan dapat disimpulkan bahwa pada umumnya kebijakan pembangunan tersebut kurang membekas.

“Artinya pelaksanaan pembangunan itu memang ada, namun dampak dan manfaatnya belum seutuhnya dirasakan masyarakat sebagaimana tujuan awal didirikannya kabupaten ini,” paparnya.

Berdasarkan pengamatan beberapa tahun terakhir, lanjut Rudi, sepertinya ada kesalahan mekanisme di lingkungan Pemda Meranti yang tidak mampu menerapkan berbagai kebijakan di lapangan dengan baik, artinya ada kesan bahwa pelaksanaan pembangunan yang didanai uang rakyat itu juga belum seutuhnya menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat luas, atau kurang adil dan merata,” tuturnya panjang lebar.

Menanggapi hal itu, H Masrul Kasmy mengatakan, secara garis besar penetapan hasil tes CPNS 2013 adalah kewenangan pusat. Namun demikian, pemerintah daerah juga punya kewenangan yang sangat signifikan.

“Hanya saja, saya selaku wakil bupati tidak punya andil besar dalam hal penerimaan CPNS. Sudah barang tentu tidak bisa berbuat banyak, di sana kan ada penanggungjawabnya. Dan apa yang terjadi sungguh kita sayangkan. Kedepannya hal seperti ini jangan sampai terulang lagi, sebab pemekaran daerah ini bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat bukan yang lainya,” ucapnya. (Isk)

Total Views: 188

Pos terkait