Rapat Pleno Persiapan Deklarasi ODF Kabupaten Solok: Menuju Stop Buang Air Besar Sembarangan

Penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan OPD terkait dalam acara Stop BABS Kabupaten Solok yang digelar pada Jumat, (6/9/2024).(Foto: Kominfokabsolok)
Penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan OPD terkait dalam acara Stop BABS Kabupaten Solok yang digelar pada Jumat, (6/9/2024).(Foto: Kominfokabsolok)

SOLOK, JurnalTerkini.id — Rapat Pleno Persiapan Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Kabupaten Solok dihadiri oleh berbagai pihak penting, digelar pada Jumat, (6/9/2024).

Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Medison mewakili Bupati Solok, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumatera Barat Rosmadeli, SKM, serta Tim Verifikasi ODF dari Provinsi Sumbar.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok diwakili oleh Kepala Pokja IV, Wilma Montezi. Rapat ini juga dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat se-Kabupaten Solok, kepala puskesmas se-Kabupaten Solok, wali nagari se-Kabupaten Solok, serta tamu undangan lainnya.

Rapat ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison. Dalam sambutannya, Medison menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan Kabupaten Solok yang bersih dan sehat.

Rosmadeli, SKM, yang mewakili Kadis Kesehatan Provinsi menyampaikan bahwa proses untuk mencapai tahap deklarasi ODF ini tidaklah mudah. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Solok yang melakukan praktik buang air besar sembarangan.

Sementara itu, Zulhendri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, dalam laporannya mengungkapkan bahwa selama satu tahun terakhir, pihaknya telah berupaya keras untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin di seluruh nagari di Kabupaten Solok.

Menurut Zulhendri, deklarasi ODF ini merupakan upaya untuk memutus rantai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari limbah manusia yang tidak diolah dengan baik.

Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, guna memastikan bahwa Kabupaten Solok benar-benar terbebas dari praktik buang air besar sembarangan.(Kominfokabsolok/dion).

Total Views: 216

Pos terkait